Headlineid.com – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, harus puas mengakhiri balapan Moto3 Hungaria 2026 di posisi ke-15. Rider Honda Team Asia itu tetap berhasil membawa pulang satu poin meski sempat menjalani hukuman long lap penalty dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Balaton Park, Balatonfokajar, Hungaria, Minggu (7/6/2026).
Sementara itu, kemenangan menjadi milik pembalap CF Moto, Maximo Quiles, yang tampil dominan sejak pertengahan lomba hingga menyentuh garis finis sebagai yang tercepat.
Fakta Utama
- Veda Ega Pratama finis di posisi ke-15 dan meraih satu poin.
- Veda harus menjalani long lap penalty pada lap ketiga.
- Maximo Quiles menjadi juara Moto3 Hungaria 2026.
- Insiden pada lap terakhir mengubah persaingan posisi podium.
- Quiles semakin kokoh di puncak klasemen Moto3 dengan 170 poin.
Start Menjanjikan, Veda Ega Langsung Tembus Enam Besar
Veda Ega memulai balapan dari posisi kedelapan. Pembalap berusia 17 tahun itu sebenarnya memiliki peluang untuk bersaing di kelompok depan sejak awal lomba.
Saat lampu start padam, Veda langsung menunjukkan agresivitasnya. Ia berhasil merangsek ke posisi keenam hanya dalam beberapa tikungan pertama.
Di sisi lain, David Almansa mampu mempertahankan posisi terdepan sejak awal balapan. Persaingan di kelompok depan berlangsung ketat dengan beberapa pembalap saling berebut posisi.
Namun, balapan baru berjalan satu lap ketika insiden mulai terjadi. Guido Pini dan Joel Esteban mengalami kecelakaan yang membuat keduanya gagal melanjutkan lomba. Royce Moodley dan Hakim Danish juga terlibat insiden, meski Danish masih mampu kembali ke lintasan.
Long Lap Penalty Mengubah Jalannya Balapan
Momentum Veda Ega berubah pada lap ketiga. Ia harus menjalani long lap penalty yang sebelumnya diterima akibat pelanggaran saat sesi kualifikasi kedua (Q2).
Hukuman tersebut membuat posisi Veda langsung melorot hingga urutan ke-17. Situasi ini memaksanya bekerja lebih keras untuk kembali mendekati zona peraih poin.
Meski demikian, pembalap asal Indonesia tersebut menunjukkan daya juang tinggi. Empat lap setelah menjalani penalti, Veda berhasil memperbaiki posisinya dan kembali masuk ke urutan ke-15.
Performa konsisten itu menjadi bukti bahwa Veda masih mampu bersaing di level tertinggi Moto3 meski menghadapi berbagai tekanan selama balapan.
Maximo Quiles Tampil Dominan di Balaton Park
Sementara Veda berjuang di kelompok tengah, Maximo Quiles tampil sangat kuat di barisan depan.
Pembalap CF Moto itu secara perlahan menjauh dari para pesaingnya. Ketika balapan menyisakan empat lap, Quiles sudah unggul hampir dua detik dari David Almansa yang berada di posisi kedua.
Keunggulan tersebut membuat Quiles tidak terkejar hingga garis finis. Ia menyelesaikan 20 lap balapan dengan catatan waktu 35 menit 17,107 detik.
David Almansa mengamankan posisi kedua, sementara Alvaro Carpe melengkapi podium ketiga setelah balapan berlangsung dramatis hingga lap terakhir.
Insiden Lap Terakhir Bantu Veda Tambah Poin
Drama terjadi menjelang finis ketika tiga pembalap yang sedang berebut posisi podium mengalami insiden.
David Munoz, Brian Uriarte, dan Valentin Perrone terlibat kecelakaan pada lap terakhir. Ketiganya gagal menyelesaikan balapan dan kehilangan peluang meraih hasil maksimal.
Situasi tersebut secara tidak langsung menguntungkan Veda Ega. Posisinya terdongkrak ke urutan ke-15 sehingga tetap memperoleh satu poin penting untuk klasemen sementara Moto3 2026.
Bagi Veda, hasil ini memang belum sesuai target. Namun tambahan poin tersebut tetap berharga dalam menjaga peluang bersaing di papan tengah klasemen.
Dampak Hasil Moto3 Hungaria 2026 pada Klasemen
Kemenangan di Hungaria semakin memperkuat posisi Maximo Quiles di puncak klasemen Moto3 2026. Ia kini telah mengoleksi 170 poin dan memperlebar jarak dari para pesaingnya.
Sementara itu, Veda Ega Pratama mengumpulkan total 72 poin. Hasil di Hungaria menjadi salah satu balapan yang cukup menantang bagi rider Honda Team Asia tersebut.
Meski finis di luar 10 besar, Veda masih menunjukkan potensi besar sebagai salah satu talenta muda Asia yang mampu bersaing di kejuaraan dunia Moto3.
Dengan musim yang masih panjang, peluang untuk memperbaiki posisi klasemen tetap terbuka. Konsistensi dan kemampuan memanfaatkan setiap seri akan menjadi kunci bagi Veda untuk kembali menembus barisan depan pada balapan-balapan berikutnya. (frend/masson)




