Iran Tak Percaya AS, Selat Hormuz Jadi Kartu Tawar
Iran kembali membuka pintu diplomasi, tetapi kepercayaan kepada Washington nyaris habis. Kini Selat Hormuz menjadi kartu tawar utama Teheran.
Iran kembali membuka pintu diplomasi, tetapi kepercayaan kepada Washington nyaris habis. Kini Selat Hormuz menjadi kartu tawar utama Teheran.
US$30.000 untuk menangkap atau membunuh tentara AS. Mengapa Iran menawarkan hadiah ini saat jalur damai masih terbuka?
Selat Hormuz di ambang dibuka kembali. AS siap mencabut blokade pelabuhan Iran, tetapi Washington memasang satu syarat penting.
Ancaman perang kembali memanas. Namun, Iran mengklaim AS justru diam-diam meminta negosiasi. Apa arti pernyataan ini bagi stabilitas dunia dan harga energi? Simak analisis lengkapnya.
Perang Iran memasuki babak baru. Serangan balasan IRGC ke pangkalan militer AS memicu kekhawatiran dunia. Benarkah harga BBM dan energi akan ikut terdampak? Simak analisis lengkapnya.
Selat Hormuz kembali menjadi titik panas dunia. Trump mengklaim akan menguasai jalur energi paling penting di bumi. Apa dampaknya bagi harga minyak dan ekonomi global?
Timur Tengah kembali memanas. Kuwait mengecam keras serangan Iran yang disebut sebagai pelanggaran kedaulatan negara. Bagaimana dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan hubungan internasional? Simak laporan lengkap Headline Indonesia.
Di tengah panasnya konflik geopolitik Timur Tengah, Kapal Tanker Gamsunoro milik Pertamina nekat terobos Selat Hormuz. Berbekal strategi super ketat selama 30 hari, begini detik-detik menegangkan pelayaran 16 jam yang menyelamatkan pasokan energi kita! Selengkapnya di Headline Indonesia.
Harga minyak dunia kembali melonjak di tengah gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz dan memanasnya hubungan AS-Iran. Apakah tren kenaikan ini akan berlanjut dan berdampak pada harga BBM global? Simak analisis lengkapnya hanya di Headline Indonesia.
Iran mengklaim menutup Selat Hormuz, jalur yang mengalirkan hampir seperlima pasokan minyak dunia. Namun Amerika Serikat membantah dan menyebut lalu lintas kapal masih normal. Apakah ini hanya tekanan diplomatik atau awal krisis energi baru dunia? Simak analisis lengkapnya hanya di Headline Indonesia.