PACITAN, HEADLINE INDONESIA – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kabupaten Pacitan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Pacitan untuk mengajak masyarakat bergerak bersama menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan di berbagai wilayah.
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan harus dimulai dari tindakan nyata dan berkelanjutan. Pesan tersebut disampaikan saat membuka sekaligus memimpin kegiatan Kurve (Kerja Bakti) Bersama untuk Indonesia Asri yang digelar di kawasan wisata Pancer Door, Sabtu (6/6).
Menurut Bupati, perubahan iklim merupakan tantangan global yang tidak bisa dihindari. Namun dampaknya dapat diminimalkan apabila manusia melakukan intervensi positif terhadap lingkungan melalui berbagai langkah sederhana namun konsisten.
“Iklim di dunia ini pasti akan berubah. Karena itu kita harus bekerja dan mengambil tindakan nyata. Tanpa intervensi positif dari manusia, perubahan iklim akan menjadi ancaman yang semakin besar,” ujarnya.

Saatnya Bekerja untuk Iklim
Mengusung tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya peduli, tetapi juga terlibat aktif dalam menjaga lingkungan.
Ia mencontohkan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap orang, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah dari rumah tangga, hingga mendukung kegiatan daur ulang. Meskipun terlihat sederhana, kebiasaan tersebut memiliki dampak besar terhadap kebersihan lingkungan dan pengurangan emisi yang memicu perubahan iklim.
Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan. Karena itu, keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dinilai sangat diperlukan.
Ratusan Peserta Ikut Kerja Bakti dan Penanaman Pohon
Kegiatan Kurve Bersama untuk Indonesia Asri diikuti berbagai unsur masyarakat. Mulai dari jajaran Forkopimda, aparatur sipil negara (ASN), komunitas lingkungan, pegiat kebersihan, hingga prajurit TNI dari Yon TP.
Sebelum pelaksanaan kerja bakti, Bupati bersama peserta terlebih dahulu melakukan aksi penanaman bibit pohon di sekitar kawasan wisata Pancer Door. Penanaman pohon tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup di kawasan pesisir.
Aksi tersebut juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurangi dampak pemanasan global dan menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang.
Dukungan untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kabupaten Pacitan juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada kelompok pengelola lingkungan.
Bantuan diberikan kepada TPS 3R Kelurahan Pacitan, TPS 3R Kelurahan Sidoharjo, PDU Kelurahan Pucangsewu, Bank Sampah Pengkol Berkah Makmur, serta Orpep. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah perusahaan yang berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang lingkungan.
Pemberian bantuan dan penghargaan tersebut diharapkan mampu memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan hidup.
Usai memimpin kegiatan kerja bakti, Bupati Pacitan bersama jajaran Forkopimda mengikuti peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat nasional yang dipimpin Presiden Republik Indonesia secara daring.
Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap semangat menjaga lingkungan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan menjadi gerakan bersama yang terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. (frend/byan)




