[CEK FAKTA] Presiden Prabowo Hapus Program Makan Bergizi Gratis? Ini Faktanya

Presiden Prabowo Resmi Hapus MBG

Headlineid.com – Beredar video viral di Facebook yang mengeklaim Presiden Prabowo Subianto resmi menghapus program Makan Bergizi Gratis (MBG). Video tersebut juga menyebut ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terancam gulung tikar.

Fakta Utama

  • Presiden Prabowo Subianto tidak pernah menghapus program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan program unggulan ini tetap berjalan normal.
  • Pemerintah hanya melakukan evaluasi ketat dan penataan ulang struktur organisasi agar lebih efisien.
  • Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang memastikan adanya refocusing sasaran penerima manfaat.
  • Klaim tentang ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) gulung tikar adalah salah.

Sebuah unggahan video di media sosial Facebook mengeklaim Presiden Prabowo Subianto resmi menghapus program Makan Bergizi Gratis. Narasi tersebut menyebarkan informasi keliru yang memicu keresahan di tengah masyarakat saat ini.

Baca Juga  Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan Piala Dunia FIFA 2026: El Tri Diunggulkan, Tapi Waspadai Kejutan Bafana Bafana

Apa yang Terjadi?

Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh video terkait pembatalan program nasional. Unggahan tersebut mengeklaim pemerintah mengganti program makanan dengan kompensasi uang tunai.

Dampaknya, video ini menarasikan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG terancam gulung tikar. Banyak warganet membagikan ulang video tersebut tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Mengapa Klaim Ini Salah?

Klaim video Facebook tersebut salah karena tidak memiliki dasar informasi yang valid. Penelusuran tim Headline Indonesia menemukan tidak ada pernyataan resmi dari pihak istana.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga tidak pernah menyatakan penggantian program menjadi uang tunai. Informasi dalam video tersebut murni rekayasa untuk menyesatkan opini publik.

Baca Juga  Meksiko Bungkam Afrika Selatan 2-0 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026, El Tri Kirim Pesan Kuat kepada Para Rival

Apa Fakta Sebenarnya?

Fakta sebenarnya menunjukkan bahwa program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai rencana awal. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan program ini menjadi prioritas utama pemerintah.

“Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan di tengah perombakan struktur organisasi,” tegas Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan pers.

Saat ini pemerintah hanya melakukan evaluasi ketat demi efisiensi anggaran negara. Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang juga terus menata struktur internalnya.

Penataan ini bertujuan agar penyaluran program dapat berjalan lebih tepat sasaran. Pihak Badan Gizi Nasional melakukan refocusing atau penajaman kelompok penerima manfaat.

Oleh karena itu, isu mengenai penutupan massal SPPG terbukti tidak benar. Seluruh perangkat pendukung program justru sedang dioptimalkan oleh pemerintah pusat.

Baca Juga  Amerika Serikat Vs Paraguay 4-1: Balogun Bersinar, AS Langsung Kuasai Puncak Grup D Piala Dunia 2026

Apa Dampaknya Jika Dipercaya?

Jika masyarakat mempercayai hoaks ini, tingkat kepercayaan terhadap pemerintah dapat menurun drastis. Masyarakat, khususnya orang tua siswa, akan merasa kecewa terhadap kebijakan pemenuhan gizi.

Selain itu, informasi palsu ini dapat mengganggu stabilitas para pelaku usaha mitra SPPG. Mereka bisa mengalami kepanikan massal terkait keberlanjutan investasi yang telah berjalan.

Cara Membedakan Informasi Benar dan Hoaks

Masyarakat harus selalu memeriksa sumber informasi sebelum menyebarkannya ke media sosial. Pastikan informasi tersebut berasal dari media massa yang kredibel dan terverifikasi.

Hindari langsung memercayai potongan video pendek dengan narasi yang provokatif. Anda dapat memantau situs resmi kementerian untuk mendapatkan rilis informasi yang akurat. (frend/masson)

tingkat bounce rata-rata situs web