Gabriel Magalhaes Ungkap Rasa Sakit Gagal Penalti di Final Liga Champions, Tetap Bangga Bawa Arsenal Juara Liga Inggris

Gabriel Magalhaes

Headlineid.com — Bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, akhirnya angkat bicara setelah mengalami momen paling menyakitkan dalam kariernya bersama The Gunners. Pemain asal Brasil itu gagal mengeksekusi penalti penentu saat Arsenal harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions 2026.

Kegagalan tersebut menjadi pukulan berat bagi Arsenal yang sudah begitu dekat dengan gelar Eropa pertama mereka dalam beberapa tahun terakhir. Namun di tengah rasa kecewa yang mendalam, Gabriel tetap menunjukkan sikap profesional dan mengaku bangga dengan pencapaian tim sepanjang musim.

Drama Adu Penalti Gagalkan Impian Arsenal

Arsenal datang ke final Liga Champions dengan kepercayaan diri tinggi. Tim besutan Mikel Arteta itu baru saja mengakhiri penantian panjang dengan menjuarai Liga Inggris dan berharap bisa menutup musim dengan raihan dua trofi bergengsi.

Pertandingan final di Budapest berjalan sesuai rencana Arsenal ketika Kai Havertz berhasil membuka keunggulan hanya enam menit setelah laga dimulai. Gol cepat tersebut membuat para pendukung Arsenal optimistis.

Baca Juga  Detroit Pistons Paksa Gim 7 Usai Tumbangkan Cavaliers 115-94, Harapan Final Wilayah Timur Kembali Terbuka




Namun PSG tidak menyerah. Klub asal Prancis itu mampu menyamakan kedudukan melalui penalti yang dieksekusi Ousmane Dembele pada babak kedua.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan babak tambahan usai. Pemenang pun harus ditentukan melalui adu penalti yang berlangsung penuh ketegangan.

David Raya sempat memberi harapan setelah menggagalkan tendangan Nuno Mendes. Akan tetapi, Arsenal juga kehilangan peluang ketika Eberechi Eze gagal menjalankan tugasnya.

Tekanan kemudian berada di pundak Gabriel Magalhaes sebagai penendang kelima. Sayangnya, tendangan sang bek melambung jauh di atas mistar gawang. Momen itu langsung memastikan kemenangan PSG sekaligus mengantarkan mereka meraih gelar Liga Champions kedua secara beruntun.

Gabriel Magalhaes Kirim Pesan Menyentuh untuk Suporter

Tak lama setelah pertandingan berakhir, Gabriel menyampaikan pesan emosional melalui akun media sosialnya.

Ia mengakui kegagalan tersebut sangat menyakitkan. Namun, ia juga menegaskan bahwa dirinya bangga terhadap perjuangan seluruh skuad Arsenal sepanjang musim.

“Ini menyakitkan, tetapi saya bangga dengan tim ini dan semua yang telah kami capai bersama musim ini,” tulis Gabriel.

Baca Juga  Aston Villa Hancurkan Liverpool 4-2, Tiket Liga Champions Berhasil Diamankan

Bek berusia 28 tahun itu juga berterima kasih kepada para pendukung Arsenal yang terus memberikan dukungan sepanjang perjalanan tim musim ini.

Menurut Gabriel, para suporter berhak merayakan keberhasilan Arsenal menjuarai Liga Inggris setelah penantian panjang lebih dari dua dekade.

Kekecewaan pemain arsenal
Kekecewaan Para Pemain dan Pelatih Arsenal Usai Gagal Juara di Final Liga Champions 2026. (Foto : www.goal.com)

Mikel Arteta Pasang Badan untuk Gabriel

Di tengah kritik yang muncul dari sebagian penggemar, Mikel Arteta langsung memberikan pembelaan kepada anak asuhnya.

Pelatih asal Spanyol itu menjelaskan bahwa Gabriel secara sukarela meminta kesempatan menjadi penendang kelima. Keputusan tersebut diambil setelah beberapa eksekutor utama sudah tidak berada di lapangan atau mengalami kelelahan akibat pertandingan yang berlangsung selama 120 menit.

Arteta menegaskan bahwa seluruh pemain telah berlatih secara intensif menghadapi kemungkinan adu penalti.

Menurutnya, kegagalan dalam situasi sebesar final Liga Champions bisa terjadi kepada siapa saja. Ia menolak menyalahkan Gabriel atas kekalahan tersebut.

Baca Juga  Yudi Cahyadi Optimistis Raih Kontrak UFC, Targetkan Kemenangan Spektakuler

“Gabriel menunjukkan keberanian untuk mengambil tanggung jawab besar. Sayangnya kami tidak memiliki presisi yang sama seperti lawan pada momen krusial,” ujar Arteta.

Arsenal Tetap Rayakan Musim Bersejarah

Meski gagal mengangkat trofi Liga Champions, Arsenal tetap menutup musim dengan catatan membanggakan.

Tim asal London Utara tersebut sukses mengakhiri puasa gelar Liga Inggris yang telah berlangsung selama 22 tahun. Prestasi itu menjadi tonggak penting dalam era kepelatihan Arteta.

Tak lama setelah kembali dari Budapest, skuad Arsenal langsung mengikuti parade kemenangan di London. Ribuan pendukung memadati jalan-jalan utama untuk merayakan keberhasilan klub merebut mahkota Liga Inggris.

Kegagalan di final Liga Champions memang meninggalkan luka. Namun bagi Gabriel Magalhaes dan Arsenal, musim 2025/2026 tetap akan dikenang sebagai salah satu musim paling bersejarah dalam perjalanan klub.

Kini, The Gunners bertekad bangkit dan kembali mengejar mimpi menjadi juara Eropa pada musim mendatang. (frend/masson)




tingkat bounce rata-rata situs web