Headlineid.com — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel mengklaim berhasil merebut Kastil Beaufort atau Qalaat al-Shaqif yang berada di dekat Kota Nabatieh, Lebanon Selatan. Benteng bersejarah yang berdiri di puncak bukit tersebut disebut telah dikuasai pasukan Israel dalam operasi militer terbaru melawan Hizbullah.
Klaim tersebut menjadi sorotan internasional karena Kastil Beaufort memiliki nilai strategis sekaligus historis yang sangat penting. Selain pernah menjadi basis militer Israel selama pendudukan di Lebanon Selatan, situs ini juga merupakan warisan budaya yang dilindungi UNESCO.
Bendera Israel Berkibar di Kastil Beaufort
Laporan sejumlah media internasional menyebutkan bahwa bendera Israel terlihat berkibar di atas Kastil Beaufort. Foto dan rekaman yang beredar menunjukkan simbol negara Israel dipasang di puncak benteng yang berada sekitar 15 kilometer dari perbatasan Lebanon-Israel.
Sejumlah saksi mata juga melaporkan suara tembakan artileri dan kepulan asap di sekitar area kastil. Situasi tersebut memperlihatkan intensitas operasi militer yang masih berlangsung di wilayah tersebut.
Stasiun televisi Israel, Kan, menjadi salah satu media pertama yang menayangkan gambar bendera Israel di lokasi tersebut. Hingga kini, otoritas Lebanon belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim penguasaan kastil oleh militer Israel.
Israel Sebut Beaufort Titik Strategis Penting
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa pasukan negaranya telah berhasil merebut kembali benteng bersejarah tersebut. Menurutnya, penguasaan Beaufort memiliki arti simbolis sekaligus strategis bagi keamanan Israel.
Katz menyatakan bahwa pasukan Israel telah kembali ke puncak Beaufort setelah puluhan tahun dan mengibarkan kembali bendera Israel di lokasi yang pernah menjadi medan pertempuran penting dalam sejarah konflik kawasan.
Ia juga mengatakan bahwa operasi darat Israel kini diperluas hingga melintasi Sungai Litani. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pertahanan wilayah Galilea serta menjaga keamanan pasukan Israel yang beroperasi di Lebanon Selatan.
Lebanon Kecam Operasi Militer Israel
Di sisi lain, pemerintah Lebanon mengecam perluasan operasi militer Israel. Perdana Menteri Lebanon menyebut tindakan tersebut sebagai kebijakan “bumi hangus” yang berpotensi memperburuk kondisi keamanan dan kemanusiaan di wilayah selatan negara itu.
Kastil Beaufort sendiri memiliki nilai historis tinggi karena pernah diduduki Israel selama sekitar 18 tahun sebelum penarikan pasukan pada tahun 2000. Benteng peninggalan era Perang Salib itu selama bertahun-tahun menjadi simbol penting dalam konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah.
Perintah Evakuasi Besar-Besaran Dikeluarkan
Bersamaan dengan operasi di Beaufort, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di sejumlah wilayah Lebanon Selatan. Area yang terdampak mencakup kawasan di selatan Sungai Zahrani hingga wilayah utara Sungai Litani.
Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, menyatakan bahwa operasi tersebut ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur militer Hizbullah yang didukung Iran. Israel juga memperingatkan bahwa bangunan yang digunakan untuk kepentingan militer dapat menjadi target serangan.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa konflik Israel dan Hizbullah di Lebanon memasuki fase yang semakin intens. Penguasaan Kastil Beaufort, jika benar terkonfirmasi secara independen, dapat menjadi salah satu capaian strategis terbesar Israel dalam operasi militer yang berlangsung saat ini.
Masyarakat internasional kini menantikan respons resmi pemerintah Lebanon serta perkembangan situasi keamanan di kawasan yang terus menjadi pusat perhatian dunia. (frend/masson)




