Pacitan, Headlineid.com – Kabupaten Pacitan kembali menghadapi tekanan harga pangan pada minggu kedua Mei 2026. Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH), inflasi di wilayah tersebut tercatat mencapai 0,69 persen. Kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura menjadi penyebab utama meningkatnya tekanan inflasi daerah.
Komoditas yang paling berpengaruh terhadap kenaikan inflasi yakni cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah. Ketiga bahan pokok tersebut mengalami lonjakan harga cukup signifikan di sejumlah pasar tradisional di Pacitan.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Ayub Setyo Budi, mengatakan fluktuasi harga pangan masih dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari cuaca, distribusi barang, hingga pasokan hasil pertanian dari daerah produsen.
Menurutnya, cabai rawit masih menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi pada pekan kedua Mei 2026. Selain itu, kenaikan harga cabai merah dan bawang merah turut memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan IPH Kabupaten Pacitan.
Cabai Rawit dan Bawang Merah Jadi Pemicu Inflasi Pacitan
Ayub menjelaskan bahwa kenaikan harga komoditas hortikultura menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di Pacitan. Komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah dinilai sangat sensitif terhadap perubahan cuaca serta distribusi barang.
Karena itu, pemerintah daerah terus memantau pergerakan harga di pasar tradisional. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.

Kondisi Inflasi Tahunan Pacitan Masih Terkendali
Meski inflasi mingguan mengalami kenaikan, Pemerintah Kabupaten Pacitan menilai kondisi harga secara tahunan masih relatif terkendali.
Data April 2026 menunjukkan IPH tahunan atau year on year (yoy) berada di angka minus 0,88 persen. Sementara itu, IPH tahun kalender atau year to date (ytd) tercatat minus 2,07 persen.
Adapun IPH bulanan atau month to month (mtm) April 2026 berada di angka minus 2,87 persen. Kondisi tersebut menunjukkan harga pangan di Pacitan masih bergerak dinamis mengikuti siklus produksi dan distribusi komoditas pertanian.
Ayub menegaskan, komoditas strategis seperti cabai dan bawang perlu mendapat perhatian khusus karena memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas harga pangan masyarakat.
Sejumlah Komoditas Pangan Mengalami Kenaikan Harga
Dalam laporan perkembangan harga mingguan, beberapa bahan pangan tercatat mengalami kenaikan dibanding rata-rata harga April 2026.
Selain cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah, harga minyak goreng juga mengalami peningkatan. Namun, beberapa komoditas masih relatif stabil, seperti beras, Minyakita, daging sapi, serta pisang.
Di sisi lain, terdapat sejumlah bahan pangan yang justru mengalami penurunan harga. Komoditas tersebut meliputi daging ayam ras, telur ayam ras, bawang putih, jeruk, hingga gula pasir.
Pemerintah Kabupaten Pacitan mengimbau masyarakat tetap tenang menghadapi dinamika harga pangan. Warga juga diminta tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kepanikan pasar.
Pacitan Masuk Peringkat 85 Nasional dalam Perkembangan IPH
Secara nasional, Kabupaten Pacitan berada di posisi ke-85 dalam daftar perkembangan IPH minggu kedua Mei 2026.
Sementara di tingkat Provinsi Jawa Timur, Pacitan menempati urutan ke-16 dan posisi ke-23 di Pulau Jawa. Dalam catatan perkembangan harga pangan Jawa Timur, Kabupaten Jombang menjadi daerah dengan IPH tertinggi sebesar 3,34 persen.
Sedangkan Kabupaten Probolinggo mengalami deflasi terdalam dengan angka minus 1,41 persen.
Fenomena naik-turunnya harga pangan menjadi pengingat pentingnya menjaga stabilitas sektor pangan daerah. Karena itu, penguatan distribusi, kelancaran pasokan, serta dukungan terhadap produksi pertanian lokal terus menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Pacitan.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah fluktuasi harga pangan yang masih terjadi. (frend/yun)




