Bursa Calon Ketua Umum PBNU 2026 Menghangat, Sejumlah Nama Kiai dan Gus Mulai Bermunculan

Kandidat Ketum PBNU

Surabaya, Headlineid.com – Bursa Calon Ketua Umum PBNU 2026 mulai menjadi perbincangan hangat menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Sejumlah tokoh NU, kiai, hingga pejabat pemerintahan mulai disebut-sebut memiliki peluang untuk maju dalam pemilihan pimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Munculnya sejumlah nama itu diungkapkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam. Tokoh yang juga merupakan cucu pendiri NU, KH Bisri Syansuri, itu menyebut beberapa figur yang saat ini ramai diperbincangkan di kalangan nahdliyin.

Menurut Gus Salam, terdapat beberapa nama yang dinilai berpotensi meramaikan kontestasi Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU 2026 mendatang.

Daftar Nama yang Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU 2026

Beberapa nama yang disebut memiliki peluang maju antara lain:

  • Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)
  • Muhaimin Iskandar (Cak Imin)
  • Zulfa Musthofa
  • Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf)
  • Abdussalam Shohib (Gus Salam)

Gus Salam mengaku informasi mengenai nama-nama tersebut berkembang di berbagai kalangan NU. Meski demikian, hingga saat ini belum ada deklarasi resmi dari para tokoh yang disebutkan.

Baca Juga  ISIMU Pacitan Gelar Studium Generale Magister PAI 2026, Siapkan Generasi Ilmuwan Islam Unggul  

Ia menilai setiap kader NU memiliki hak yang sama untuk maju dan berpartisipasi dalam proses demokrasi organisasi.

Nasaruddin Umar dan Gus Irfan Juga Disebut Berpotensi

Selain nama-nama yang sudah ramai dibicarakan, muncul pula spekulasi mengenai kemungkinan masuknya tokoh dari kabinet pemerintahan ke dalam bursa pemilihan Ketua Umum PBNU.

Salah satu nama yang mencuat adalah Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Figur ini dinilai memiliki rekam jejak yang cukup kuat di lingkungan NU karena pernah menjabat sebagai Katib Aam PBNU.

Sementara itu, Menteri Haji Muhammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan juga sempat disebut dalam berbagai diskusi internal NU. Namun menurut Gus Salam, hingga saat ini Gus Irfan belum menunjukkan ketertarikan untuk ikut dalam kontestasi tersebut.

Gus Salam menilai kiprah Gus Irfan selama ini lebih banyak berada di ranah pemerintahan dan politik dibandingkan aktivitas struktural di organisasi NU.

Komunikasi Antar Tokoh NU Terus Berjalan

Menjelang Muktamar NU 2026, komunikasi antar tokoh yang disebut berpotensi maju terus berlangsung. Gus Salam mengungkapkan dirinya tetap menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak.

Ia mengaku masih aktif berkomunikasi dengan Muhaimin Iskandar, Yahya Cholil Staquf, Saifullah Yusuf, Gus Yusuf maupun Kiai Zulfa Musthofa.

Baca Juga  Prabowo Puji Panen Raya Udang Kebumen, Produksi Tembus Standar Dunia

Menurutnya, komunikasi tersebut merupakan bagian dari tradisi silaturahmi yang selama ini menjadi ciri khas NU dalam menghadapi berbagai agenda organisasi.

Gus Ipul Tegaskan Tidak Akan Maju

Di tengah munculnya berbagai spekulasi, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul secara tegas menyatakan dirinya tidak akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut mengatakan dirinya lebih memilih fokus menjalankan amanah organisasi yang saat ini diemban.

Selain menjabat Sekjen PBNU, Gus Ipul juga mendapat tugas sebagai Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU.

Meski tidak maju, Gus Ipul menilai banyak tokoh NU yang memiliki kapasitas untuk memimpin PBNU pada periode mendatang.

Muhammad Nuh Masuk Radar Kandidat

Selain nama-nama yang sudah banyak dibicarakan, mantan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh juga disebut sebagai salah satu figur yang berpotensi masuk dalam bursa pemilihan Ketua Umum PBNU.

Kehadirannya menambah panjang daftar tokoh yang dinilai memiliki pengalaman organisasi, birokrasi, dan jaringan luas di lingkungan NU.

Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait kesediaannya untuk maju dalam Muktamar NU 2026.

Baca Juga  Xi Jinping, Putin dan Trump Berpeluang Bertemu di China

Muktamar NU 2026 Digelar Agustus

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Hingga saat ini lokasi pelaksanaan forum tertinggi organisasi tersebut masih menunggu keputusan resmi.

Sebelum muktamar digelar, NU akan lebih dahulu menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU pada 20-21 Juni 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.

Agenda tersebut diperkirakan menjadi momentum penting untuk mematangkan berbagai isu strategis organisasi, termasuk dinamika yang berkembang dalam bursa Calon Ketua Umum PBNU 2026.

Siapa saja calon Ketua Umum PBNU 2026?

Beberapa nama yang disebut masuk bursa Calon Ketua Umum PBNU 2026 adalah:

  1. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)
  2. Muhaimin Iskandar (Cak Imin)
  3. Zulfa Musthofa
  4. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf)
  5. Abdussalam Shohib (Gus Salam)
  6. Nasaruddin Umar
  7. Muhammad Nuh

Kapan Muktamar NU 2026 digelar?

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 setelah pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Kediri pada Juni 2026. (frend/masson)

tingkat bounce rata-rata situs web