Xi Jinping, Putin dan Trump Berpeluang Bertemu di China

Headlineindonesia-Pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan berpotensi terjadi di China pada November 2026 mendatang. Momen penting itu disebut bakal berlangsung di sela agenda Konferensi Tingkat Tinggi APEC yang digelar di Shenzhen.

Kabar tersebut langsung memicu perhatian dunia internasional. Pasalnya, jika pertemuan itu benar-benar terealisasi, maka China akan menjadi panggung diplomasi besar yang mempertemukan tiga tokoh paling berpengaruh dalam geopolitik global, termasuk Presiden China Xi Jinping.

Laporan media Rusia menyebutkan bahwa peluang pertemuan bilateral antara Putin dan Trump cukup besar. Meski hingga kini belum ada jadwal resmi dari protokol kepresidenan kedua negara, sinyal diplomatik terus menguat.

 

Kremlin Sebut Peluang Pertemuan Sangat Besar

Asisten Presiden Rusia, Yury Ushakov, mengatakan Presiden Putin telah memastikan kehadirannya dalam KTT APEC di Shenzhen pada 18-19 November 2026. Kehadiran Trump di Beijing beberapa hari sebelum forum tersebut semakin memperbesar kemungkinan adanya dialog langsung.

Baca Juga  Dihadiri Prabowo Langsung, Puan Tegaskan RAPBN 2027 Fokus Sejahterakan Rakyat

Menurut Ushakov, kedua pemimpin dunia itu hampir pasti akan memanfaatkan momentum tersebut untuk bertemu. Ia menilai peluang besar seperti itu sulit untuk dilewatkan begitu saja.

“Presiden kami telah mengonfirmasi akan hadir di KTT APEC. Jika kedua pemimpin berada di China pada waktu yang sama, sangat mungkin akan ada pertemuan,” ujar Ushakov seperti dikutip media Rusia.

Meski belum ada kesepakatan resmi, Kremlin menganggap komunikasi antara Moskow dan Washington tetap terbuka di tengah ketegangan geopolitik global yang masih berlangsung.

 

Konflik Ukraina dan Timur Tengah Jadi Sorotan

Potensi pertemuan Trump dan Putin diperkirakan akan membahas sejumlah isu strategis dunia. Salah satu topik utama diyakini terkait konflik Ukraina yang hingga kini belum menemukan titik damai permanen.

Baca Juga  Perintah Prabowo, Daging Dam Haji Jemaah Indonesia Dialokasikan untuk Palestina

Selain itu, perkembangan perang di Timur Tengah juga diprediksi masuk dalam agenda pembahasan. Hubungan Amerika Serikat, Israel, Iran, hingga posisi Rusia dalam konflik kawasan dipandang menjadi isu yang tidak bisa dihindari.

Sejak kembali menduduki Gedung Putih, Trump diketahui beberapa kali melontarkan kritik terhadap Putin. Namun di sisi lain, ia juga kerap memuji hubungan personal keduanya. Situasi itu membuat hubungan Washington dan Moskow terlihat dinamis dan sulit diprediksi.

Kedua pemimpin bahkan dilaporkan telah beberapa kali melakukan komunikasi melalui sambungan telepon untuk membahas konflik internasional dan peluang perdamaian global.

 

China Bisa Jadi Penentu Diplomasi Dunia

Jika pertemuan benar-benar terjadi, China dipandang akan memperoleh keuntungan diplomatik besar. Posisi Beijing sebagai tuan rumah pertemuan antara Trump dan Putin dapat memperkuat citra China sebagai pusat diplomasi internasional baru.

Baca Juga  Menteri PU Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Pacitan, Target Rampung Juni 2026

Apalagi hubungan antara Xi Jinping dan Vladimir Putin selama ini dikenal sangat erat. Di sisi lain, China juga memiliki kepentingan strategis menjaga stabilitas hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat.

Pengamat menilai pertemuan tiga tokoh besar dunia tersebut dapat menjadi salah satu momen geopolitik paling penting pada 2026. Dunia kini menunggu apakah pertemuan itu benar-benar terwujud atau hanya menjadi manuver diplomasi tingkat tinggi. (frend/masson)

tingkat bounce rata-rata situs web