PACITAN, HEADLINE INDONESIA — ISIMU Pacitan resmi menggelar Studium Generale dan kuliah perdana Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Tahun Akademik 2026/2027 pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan kampus. Acara ini diikuti mahasiswa baru Program Magister PAI bersama jajaran sivitas akademika.
Momentum akademik tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini juga menjadi pembuka tahun akademik baru. Selain itu, acara tersebut menunjukkan keseriusan kampus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang Pendidikan Agama Islam.
Mengusung tema “Upgrading Keilmuan PAI Menuju Generasi Unggul: Membangun Ilmuwan PAI yang Berilmu, Beradab, dan Berdampak”, kegiatan menghadirkan dua tokoh akademisi nasional sebagai narasumber utama. Mereka adalah Prof. Dr. H. Sutrisno dan Prof. Ir. Sarjito.
Keduanya memberikan penguatan mengenai pengembangan riset dan tantangan pendidikan Islam modern. Mereka juga menekankan pentingnya membangun karakter akademik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Komitmen ISIMU Pacitan Tingkatkan Pendidikan Islam
Dalam sambutannya, Rektor ISIMU Pacitan, Dr. Ahmadi, menyampaikan bahwa pembukaan Program Studi Magister PAI merupakan hasil perjuangan panjang. Menurutnya, proses tersebut melibatkan seluruh unsur kampus.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran program magister menjadi langkah strategis. Langkah itu bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi Islam di Pacitan dan wilayah sekitarnya.
“Pembukaan Program Magister PAI ini melalui proses yang panjang. Alhamdulillah akhirnya dapat terwujud dan menjadi langkah besar bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Pacitan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kampus saat ini juga tengah mempersiapkan Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam. Upaya tersebut dilakukan untuk mengembangkan institusi. Langkah itu juga bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan Islam jenjang lanjut.
ISIMU Pacitan Targetkan Pembukaan Program Doktoral
Tidak berhenti pada program magister, pihak kampus juga memiliki visi jangka panjang. Kampus menargetkan pembukaan program doktoral di masa mendatang.
Harapan tersebut disampaikan langsung oleh Rektor ISIMU Pacitan. Menurutnya, program doktor menjadi bagian dari cita-cita besar pengembangan institusi.
“Kami berharap ke depan ISIMU Pacitan dapat terus berkembang hingga memiliki Program Doktor. Ini menjadi cita-cita besar yang terus kami perjuangkan demi kemajuan pendidikan Islam,” tambahnya.
Rencana tersebut mendapat respons positif dari peserta kegiatan. Banyak mahasiswa baru menilai kehadiran program magister dan rencana doktoral membuka peluang lebih besar. Masyarakat Pacitan juga dapat memperoleh pendidikan Islam berkualitas tanpa harus keluar daerah.
Cetak Ilmuwan PAI yang Unggul dan Berdampak
Melalui Studium Generale dan kuliah perdana ini, ISIMU Pacitan berharap dapat mencetak generasi ilmuwan Pendidikan Agama Islam yang unggul. Tidak hanya unggul secara akademik, lulusan juga diharapkan memiliki integritas moral dan kepedulian sosial.
Kampus menegaskan bahwa pendidikan Islam modern tidak hanya berfokus pada penguasaan teori. Pendidikan juga harus mampu melahirkan lulusan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dampak tersebut mencakup dunia pendidikan dan perkembangan keilmuan Islam di Indonesia.
Dengan hadirnya Program Magister PAI, ISIMU Pacitan optimistis dapat menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan Islam di kawasan selatan Jawa Timur. Kampus juga ingin mendorong lahirnya generasi intelektual muslim yang memiliki daya saing global.
(frend/affan)




