Headlineid.com – Laga Australia vs Mesir Piala Dunia 2026 menghadirkan drama selama 120 menit sebelum akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Mesir memastikan tiket ke babak 16 besar setelah menundukkan Australia dengan skor 4-2 dalam adu penalti usai bermain imbang 1-1 di waktu normal dan perpanjangan waktu.
Pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Dallas Stadium pada Sabtu (4/7/2026) itu berlangsung ketat sejak menit awal. Australia sempat mengancam lebih dulu, namun Mesir mampu menunjukkan mentalitas kuat untuk bertahan dan memanfaatkan peluang yang mereka dapatkan.
Fakta Utama
- Mesir menang adu penalti 4-2 atas Australia.
- Skor imbang 1-1 bertahan hingga akhir perpanjangan waktu.
- Emam Ashour mencetak gol pembuka untuk Mesir.
- Australia menyamakan skor melalui gol bunuh diri Mohamed Hany.
- Mesir memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Australia Mengawali Tekanan, Mesir Menjawab dengan Efektif
Australia langsung tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan. Socceroos hampir membuka keunggulan ketika Cristian Volpato melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras namun hanya membentur tiang gawang Mesir.
Setelah menghadapi tekanan awal, Mesir mulai menemukan ritme permainan. Tim berjuluk The Pharaohs perlahan mengambil alih penguasaan bola dan lebih nyaman membangun serangan dari kedua sisi lapangan.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-13. Karim Hafez mengirim umpan silang akurat ke dalam kotak penalti. Emam Ashour yang berdiri tanpa kawalan berhasil menyundul bola ke pojok gawang dan membuat Patrick Beach tak mampu melakukan penyelamatan.
Gol itu mengubah jalannya pertandingan. Mesir tampil lebih percaya diri, sementara Australia dipaksa meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan.
Aziz Behich sempat mencoba peruntungannya melalui tendangan keras mendatar. Namun kiper Mesir, Mostafa Shobeir, masih mampu mengamankan bola dengan baik.
Menjelang turun minum, Australia kembali memperoleh peluang melalui Nestor Irankunda. Akan tetapi, aksi cepat Shobeir membuat peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.
Skor 1-0 untuk keunggulan Mesir bertahan hingga babak pertama berakhir.
Gol Bunuh Diri Menghidupkan Harapan Socceroos
Memasuki babak kedua, Mesir nyaris menggandakan keunggulan. Omar Marmoush berhasil lolos dari penjagaan dan menerima umpan panjang yang membelah pertahanan Australia.
Sayangnya, penyerang yang dikenal memiliki kecepatan tinggi itu gagal memaksimalkan peluang karena tembakannya melebar dari sasaran.
Kegagalan tersebut menjadi titik balik pertandingan. Australia berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-55 melalui situasi bola mati.
Tendangan bebas Aiden O’Neill dari sisi kiri lapangan sebenarnya tidak mengarah langsung ke gawang. Namun Mohamed Hany salah mengantisipasi bola dan justru menanduknya masuk ke gawang sendiri.
Gol bunuh diri itu membuat skor berubah menjadi 1-1 dan meningkatkan tensi pertandingan.
Setelah gol tersebut, kedua tim sama-sama berusaha mencari gol kemenangan. Meski permainan berlangsung terbuka, banyak serangan yang berakhir sia-sia akibat penyelesaian akhir yang kurang maksimal.
Pada menit-menit akhir waktu normal, Australia nyaris kebobolan. Patrick Beach tampil gemilang dengan menepis sundulan keras Ramy Rabia yang mengarah ke sudut gawang.
Extra Time Berjalan Ketat dan Minim Gol
Skor imbang membuat pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu. Mesir tampil lebih dominan dan beberapa kali mengurung pertahanan Australia.
Mohamed Salah hampir membawa timnya unggul pada awal extra time. Kapten Mesir itu menyambar bola muntah hasil percobaan Marmoush dari dalam kotak penalti.
Namun tembakannya masih melebar tipis dari gawang Australia.
Sepanjang perpanjangan waktu, Mesir terus berusaha menekan. Sementara itu, Australia memilih bermain lebih disiplin dan fokus menjaga organisasi pertahanan.
Strategi tersebut membuat skor 1-1 bertahan hingga 120 menit pertandingan selesai.
Adu Penalti Jadi Milik Mesir
Drama sesungguhnya terjadi dalam babak adu penalti. Australia langsung berada dalam tekanan setelah eksekusi pertama Harry Souttar melambung di atas mistar.
Sebaliknya, Mahmoud Saber sukses menjalankan tugasnya dan membawa Mesir unggul.
Jackson Irvine sempat menjaga peluang Australia setelah mencetak gol pada kesempatan kedua. Namun Ramy Rabia juga mampu menaklukkan kiper lawan.
Awer Mabil dan Mohamed Salah sama-sama sukses menjalankan tugas sebagai penendang ketiga.
Momen penentuan hadir ketika Lucas Herrington gagal mencetak gol setelah sepakannya menghantam mistar gawang. Kesempatan itu dimanfaatkan sempurna oleh Hossam Abdelmaguid yang mengeksekusi penalti dengan tenang dan mengecoh Mathew Ryan.
Mesir pun memastikan kemenangan 4-2 dalam adu penalti sekaligus mengamankan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Mengapa Kemenangan Ini Penting bagi Mesir?
Keberhasilan menyingkirkan Australia menjadi sinyal bahwa Mesir layak diperhitungkan dalam persaingan Piala Dunia 2026. Tim yang dipimpin Mohamed Salah menunjukkan karakter kuat ketika menghadapi tekanan dan mampu bangkit setelah kebobolan gol bunuh diri.
Selain itu, performa Mostafa Shobeir di bawah mistar juga menjadi salah satu faktor penting keberhasilan The Pharaohs. Kiper tersebut beberapa kali melakukan penyelamatan krusial yang menjaga peluang timnya tetap hidup hingga adu penalti.
Bagi Australia, kekalahan ini menjadi akhir perjalanan yang menyakitkan. Mereka sebenarnya mampu mengimbangi permainan Mesir, tetapi kegagalan dalam momen-momen penting membuat langkah Socceroos harus terhenti di babak 32 besar.
Dengan hasil ini, Mesir melangkah ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi dan menjadi salah satu wakil Afrika yang masih menjaga asa untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Susunan Pemain Australia vs Mesir
Australia: Patrick Beach; Alessandro Circati, Harry Souttar, Lucas Herrington; Jordan Bos, Aiden O’Neill, Jackson Irvine, Aziz Behich; Cristian Volpato, Nestor Irankunda, Connor Metcalfe.
Mesir: Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Mohamed Ibrahim, Ramy Rabia, Karim Hafez; Hamdy Attia, Ahmed Fathy; Zico, Mohamed Salah, Emam Ashour; Omar Marmoush.
(frend/masson)




