PACITAN, HEADLINE INDONESIA-Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah sunnah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang paling dianjurkan ialah menjalankan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah yang dilakukan pada awal bulan Dzulhijjah.
Kedua puasa sunnah ini memiliki keutamaan besar, terutama bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Selain menjadi bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT, puasa Tarwiyah dan Arafah juga dipercaya membawa pahala besar dan pengampunan dosa.
Tak heran jika menjelang Iduladha, banyak umat Islam mulai mencari tahu arti puasa Tarwiyah dan Arafah beserta waktu pelaksanaannya.
Apa Arti Puasa Tarwiyah?
Puasa Tarwiyah merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan setiap tanggal 8 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Istilah “Tarwiyah” berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti “berbekal air” atau “merenungkan sesuatu secara mendalam”.
Pada masa dahulu, para jamaah haji menyiapkan persediaan air sebelum berangkat menuju Mina untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji. Dari tradisi inilah nama Tarwiyah berasal.
Bagi umat Islam yang tidak berhaji, puasa Tarwiyah menjadi amalan sunnah yang dianjurkan sebagai persiapan spiritual menyambut Iduladha. Puasa ini juga menjadi momentum untuk memperbanyak doa, dzikir, dan amal ibadah lainnya.
Apa Arti Puasa Arafah?
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Hari Raya Iduladha. Nama Arafah diambil dari Padang Arafah, tempat para jamaah haji melaksanakan wukuf yang menjadi rukun utama ibadah haji.
Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi umat Muslim yang menjalankannya dengan penuh keikhlasan.
Karena keutamaannya tersebut, puasa Arafah menjadi salah satu amalan sunnah yang paling dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
Perbedaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Meski sama-sama dilakukan pada bulan Dzulhijjah, puasa Tarwiyah dan puasa Arafah memiliki perbedaan dari sisi waktu dan maknanya.
Puasa Tarwiyah dilakukan pada 8 Dzulhijjah sebagai persiapan menuju puncak ibadah haji. Sementara puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan pelaksanaan wukuf di Padang Arafah oleh jamaah haji.
Keduanya termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan karena memiliki nilai ibadah dan pahala yang besar.
Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026
Berdasarkan kalender Hijriah tahun 2026, Hari Raya Iduladha diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Dengan demikian, jadwal puasa sunnah menjelang Iduladha adalah sebagai berikut:
- Puasa Tarwiyah: Senin, 25 Mei 2026
- Puasa Arafah: Selasa, 26 Mei 2026
Umat Islam dianjurkan memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan kualitas ibadah sebelum merayakan Hari Raya Kurban.
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Puasa Tarwiyah dan Arafah tidak hanya menjadi amalan sunnah biasa, tetapi juga memiliki banyak keutamaan bagi umat Muslim.
Beberapa keutamaan tersebut antara lain:
- Mendekatkan diri kepada Allah SWT
- Menambah pahala ibadah menjelang Iduladha
- Melatih kesabaran dan pengendalian diri
- Mendapat pengampunan dosa, terutama pada puasa Arafah
- Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW
Dengan menjalankan puasa sunnah ini, umat Islam diharapkan dapat menyambut Iduladha dengan hati yang lebih bersih, penuh keikhlasan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.




