Headlineid.com – Di tengah perlambatan ekonomi yang melanda Amerika Serikat, jumlah utang pribadi warga kini mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi ini memicu meningkatnya kasus keterlambatan pembayaran hingga kredit macet di berbagai sektor.
Situasi tersebut membuat perusahaan penagihan utang mulai beralih menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kini, banyak proses penagihan dilakukan oleh robot suara otomatis, bukan lagi manusia.
Fenomena ini menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai warga yang merasa diteror oleh panggilan telepon robot penagih utang. Salah satu kasus datang dari seorang pria asal Seattle bernama Ben.
Warga Dihubungi AI Meski Utang Sudah Lunas
Ben mengaku menerima panggilan terkait tagihan lama sebesar USD 266 dari mantan pemilik rumah sewanya. Namun menurutnya, utang tersebut sebenarnya sudah lama diselesaikan.
Yang membuatnya terkejut, panggilan itu bukan berasal dari manusia, melainkan agen suara AI bernama Eve milik perusahaan penagihan ProCollect.
Dalam percakapan tersebut, robot AI terus mendesak Ben untuk segera menyelesaikan pembayaran melalui kartu ataupun transfer bank.
“Apakah Anda ingin menyelesaikannya hari ini menggunakan kartu atau transfer bank?” tanya suara AI tersebut dalam panggilan telepon.
Ben kemudian mencoba menguji kemampuan bot tersebut. Ia sengaja mengajukan berbagai pertanyaan teknis sambil berharap dapat tersambung ke petugas manusia.
Namun, AI tersebut tetap melanjutkan percakapan secara otomatis tanpa langsung mengalihkan panggilan.
AI Penagih Utang Bisa Dimanipulasi
Menariknya, Ben mengaku berhasil memancing AI itu masuk ke dalam percakapan aneh berupa permainan peran. Dalam skenario tersebut, Ben berpura-pura menjadi pria kecil, sementara utangnya digambarkan sebagai wanita raksasa.
Percakapan itu berlangsung selama beberapa menit sebelum akhirnya sistem mengalihkan panggilan kepada petugas manusia.
Setelah diperiksa lebih lanjut, staf manusia tersebut memastikan bahwa utang Ben memang telah lunas dan seharusnya tidak lagi ditagihkan.
Kasus ini memunculkan kekhawatiran baru soal akurasi penggunaan AI dalam industri penagihan utang.
Industri Debt Collector Mulai Dikuasai AI
Penggunaan AI dalam industri debt collector ternyata terus berkembang pesat di Amerika Serikat. Salah satu startup call center AI bernama Altur bahkan mengoperasikan jutaan panggilan penagihan setiap bulan menggunakan agen virtual.
Pedro Fernández, salah satu pendiri Altur, mengatakan industri penagihan utang menjadi salah satu sektor yang paling cepat mengadopsi teknologi AI.
Menurutnya, efisiensi menjadi alasan utama perusahaan lebih memilih robot dibanding tenaga manusia.
Meski demikian, sistem ini masih memiliki banyak kelemahan. Data penagihan utang sering kali tidak akurat karena berasal dari jaringan informasi yang sangat besar dan kompleks.
Akibatnya, tidak sedikit warga yang menerima panggilan penagihan meski utangnya telah lunas atau bahkan tidak pernah ada.
Kekhawatiran Era Baru Teror Digital
Meningkatnya penggunaan AI dalam penagihan utang memunculkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai teknologi tersebut berpotensi menciptakan teror digital karena mampu melakukan panggilan otomatis dalam jumlah besar tanpa henti.
Di sisi lain, perusahaan menganggap AI sebagai solusi efisien untuk mengejar pembayaran utang yang terus meningkat akibat tekanan ekonomi.
Fenomena ini sekaligus menjadi gambaran bagaimana kecerdasan buatan kini mulai mengambil alih pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia, termasuk dalam industri penagihan utang. (frend/masson)


