Gus Iqdam Ijazahkan Dzikir dan Hadiahkan Umrah Gratis Saat Peresmian YPI Nurul Azhar di Pacitan

gus iqdam

Pacitan, Headlineid.com – Ribuan bahkan puluhan ribu jemaah memadati Lapangan Gelora Bung Harto, Desa Sooka, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Selasa (4/8/2026) malam. Mereka tidak hanya mengikuti pengajian akbar bersama pendakwah muda Gus Haji Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam, tetapi juga menyaksikan sejumlah momen yang sarat makna spiritual dan kepedulian sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Iqdam mengijazahkan amalan dzikir yang diyakini memiliki keutamaan sebagai ikhtiar memohon kelapangan rezeki. Di sisi lain, suasana pengajian berubah haru ketika seorang petani lanjut usia menerima hadiah umrah gratis setelah berdialog langsung dengan sang pendakwah.

Kegiatan itu sekaligus menjadi rangkaian peresmian Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nurul Azhar, sebuah lembaga pendidikan gratis yang diharapkan memperluas akses pendidikan Islam bagi masyarakat.

Fakta Utama

  • Gus Iqdam mengijazahkan dzikir “Lailahaillallah al malikul haqqul mubin, muhammadur rasulullah sodiqul wahdil amin” kepada puluhan ribu jemaah.
  • Mbah Rokani (71), petani asal Desa Sooka, memperoleh hadiah umrah gratis setelah berdialog dengan Gus Iqdam.
  • Peresmian YPI Nurul Azhar dihadiri Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah serta Pengasuh Pondok Pesantren Tremas KH Fuad Habib Dimyathi.
  • YPI Nurul Azhar menyediakan pendidikan formal gratis mulai PAUD hingga pondok pesantren dan tahfiz Al-Qur’an.
  • Sebanyak 10 warga Desa Sooka juga diumumkan akan diberangkatkan umrah secara gratis pada September mendatang.

Dzikir Diijazahkan Sebagai Ikhtiar Spiritual Memohon Rezeki

Dalam tausiyahnya, Gus Iqdam menekankan bahwa keberkahan hidup tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya harta. Menurutnya, keberkahan lahir dari hati yang bersih, tenang, dan selalu mengingat Allah SWT.

Ia menggunakan istilah Jawa “atine padang” atau hati yang terang sebagai fondasi utama seseorang dalam memperoleh ilmu yang bermanfaat dan kehidupan yang berkah.

Menurut Gus Iqdam, salah satu cara menjaga kejernihan hati ialah membiasakan diri membaca kalimat thayyibah yang berasal dari tuntunan Rasulullah SAW.

Di hadapan lautan jemaah, ia kemudian mengijazahkan bacaan dzikir:

“Lailahaillallah al malikul haqqul mubin, muhammadur rasulullah sodiqul wahdil amin.”

Gus Iqdam menjelaskan bahwa amalan tersebut dibaca sebanyak 100 kali setiap hari secara istiqamah.

Ia mengutip fadhilah yang populer di kalangan ulama mengenai keutamaan dzikir tersebut sebagai ikhtiar memohon perlindungan dari kefakiran.

Baca Juga  Ekspedisi Gahvara Yava 2026 Satukan 100 Caver Nusantara Mengukir Sejarah Baru Pemetaan Luweng Ombo

“Barang siapa membaca zikir itu setiap hari 100 kali secara istiqamah, akan diberi keamanan dari kefakiran,” ujar Gus Iqdam di hadapan para jemaah.

Ia juga menyampaikan bahwa kelancaran rezeki merupakan bagian dari ikhtiar batin yang harus diiringi usaha nyata, doa, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Makna Dzikir Tidak Sekadar Berorientasi Materi

Pesan yang disampaikan Gus Iqdam tidak berhenti pada persoalan ekonomi.

Ia mengingatkan bahwa rezeki dalam Islam memiliki makna luas. Rezeki dapat berupa kesehatan, keluarga yang harmonis, ilmu yang bermanfaat, hingga ketenangan jiwa.

Karena itu, membaca dzikir tidak boleh dimaknai sebagai jalan instan memperoleh kekayaan.

Sebaliknya, amalan tersebut menjadi media untuk memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

Pandangan seperti ini juga sejalan dengan prinsip Islam yang menempatkan ikhtiar lahir dan batin sebagai dua hal yang saling melengkapi.

Seseorang tetap diwajibkan bekerja, berusaha, dan menjaga amanah, sembari memperbanyak doa serta dzikir.

Perspektif tersebut membuat pesan yang disampaikan Gus Iqdam mudah diterima berbagai kalangan, terutama generasi muda yang selama ini menjadi basis utama jamaah Majelis Ta’lim Sabilu Taubah.

Keutamaan Dzikir Menurut Penjelasan Gus Iqdam

Selain sebagai ikhtiar memohon kelapangan rezeki, Gus Iqdam juga menjelaskan keutamaan lain dari amalan tersebut.

Menurutnya, dzikir itu memiliki nilai spiritual yang berkaitan dengan kehidupan akhirat.

Ia menyampaikan bahwa orang yang istiqamah mengamalkannya memperoleh perlindungan dari rasa takut di alam kubur.

Dalam tausiyahnya, ia menggambarkan harapan agar seorang muslim mendapatkan sambutan pintu-pintu surga sebagai balasan atas ketekunan menjaga dzikir dan ketaatan kepada Allah SWT.

Penyampaian tersebut langsung disambut lantunan amin dari puluhan ribu jamaah yang memenuhi lapangan.

Suasana pengajian pun berlangsung khidmat hingga larut malam.

Hadiah Umrah Gratis Membuat Mbah Rokani Menangis Haru

Momen paling menyentuh terjadi ketika Gus Iqdam memanggil Mbah Rokani, petani berusia 71 tahun asal Desa Sooka.

Pria lanjut usia itu diketahui mengalami gangguan saraf yang menyebabkan kakinya sering bergetar.

Di hadapan ribuan jamaah, Gus Iqdam bertanya sederhana.

Baca Juga  Pantai Buyutan Pacitan, Mahkota Karang dan Jejak Leluhur

Apakah Mbah Rokani pernah pergi ke Makkah?

Dengan polos, Mbah Rokani menjawab bahwa dirinya belum pernah menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Jawaban singkat itu mengubah suasana.

Gus Iqdam langsung mengumumkan bahwa Mbah Rokani akan diberangkatkan umrah melalui bantuan sejumlah donatur.

Keputusan spontan tersebut membuat Mbah Rokani tidak mampu menyembunyikan rasa harunya.

Air mata kebahagiaan mengalir ketika impian yang selama ini hanya tersimpan di dalam hati akhirnya menjadi kenyataan.

“Saya hanya sangat ingin umrah,” tutur Mbah Rokani dengan suara lirih.

Kepedulian Sosial Mengalir dari Banyak Pihak

Kisah Mbah Rokani kemudian memantik kepedulian pihak lain. dr. Warkim Sutarto, MARS selaku perwakilan RS Medical Mandiri Pacitan memberikan bantuan Rp3 juta untuk biaya pengurusan paspor.

Selain itu, tokoh masyarakat Ibu Asiatun Ploso juga menyerahkan tambahan uang saku sebagai bekal perjalanan ibadah.

Momen tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian sosial sering kali lahir ketika ada ruang untuk saling berbagi.

Bagi banyak jemaah, bantuan yang diberikan bukan sekadar nilai materi.

Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi simbol bahwa gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.

Apresiasi untuk Orang-Orang yang Berbuat Baik

Pengajian akbar malam itu tidak hanya menghadirkan hadiah umrah.

Gus Iqdam juga memberikan penghargaan kepada sejumlah warga yang dinilai memiliki kepedulian luar biasa.

Pak Tohiran, pensiunan asal Kabupaten Wonogiri, memperoleh uang tunai Rp2 juta beserta hadiah dari sponsor.

Ia mendapat apresiasi karena rela menyewa mobil demi mengantar tetangganya menghadiri pengajian tanpa meminta imbalan.

Sementara itu, Ibu Ruliati, seorang janda yang juga pendamping desa, mengembalikan hadiah uang tunai yang diterimanya.

Ia meminta agar dana tersebut dimanfaatkan sebagai kas warga Desa Sooka.

Tindakan itu mendapat tepuk tangan panjang dari para jemaah.

Di sisi lain, Mbak Ummu Sulaim, alumnus Pondok Pesantren Al-Fatah Kikil asal Nawangan, memperoleh bantuan transportasi rombongan sebesar Rp2,6 juta.

Ia juga menerima tabungan nikah pribadi senilai Rp500 ribu.

Apresiasi tersebut diberikan setelah ia menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena sebagian santri yang mengunggah konten membuka aurat di media sosial.

Peresmian YPI Nurul Azhar Menjadi Investasi Pendidikan Jangka Panjang

Di balik kemeriahan pengajian, terdapat agenda besar yang menjadi alasan utama kegiatan tersebut.

Baca Juga  Lapor Pungli Pacitan Dijamin Rahasia, Inspektorat Buka Jalan Aman Berantas Korupsi Dana Desa

YPI Nurul Azhar resmi diperkenalkan sebagai lembaga pendidikan Islam gratis yang melayani berbagai jenjang pendidikan.

Lembaga tersebut menaungi PAUD, madrasah, sekolah kejuruan, pondok pesantren, hingga tahfiz Al-Qur’an.

YPI Nurul Azhar didirikan oleh KH Syamsudin, putra asli Desa Sooka yang juga merupakan alumnus Pondok Pesantren Tremas Pacitan.

Keberadaan lembaga ini dinilai menjadi investasi sosial jangka panjang.

Pendidikan gratis berpotensi memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam konteks pembangunan daerah, akses pendidikan yang merata dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi kesenjangan sosial.

Tidak mengherankan apabila peresmian tersebut mendapat dukungan berbagai tokoh masyarakat dan pemerintah daerah.

Komitmen Umrah Gratis untuk Warga Desa Sooka

Menjelang berakhirnya acara, Gus Iqdam kembali menyampaikan kabar yang disambut tepuk tangan panjang.

Pimpinan YPI Nurul Azhar, KH Syamsudin, berkomitmen memberangkatkan 10 warga Desa Sooka untuk menunaikan ibadah umrah secara gratis pada September mendatang.

Komitmen tersebut menjadi pelengkap dari semangat yang dibangun sepanjang pengajian.

Pesan yang muncul bukan hanya tentang ibadah individual.

Lebih jauh, kegiatan itu memperlihatkan bagaimana dakwah dapat dipadukan dengan aksi sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Model dakwah seperti ini semakin banyak diminati karena menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Catatan Headline Indonesia

Pengajian akbar Gus Iqdam di Desa Sooka menunjukkan bahwa dakwah modern tidak hanya berisi ceramah keagamaan. Nilai spiritual dipadukan dengan aksi nyata melalui pendidikan gratis, kepedulian sosial, serta pemberdayaan masyarakat. Ijazah dzikir yang diberikan menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT, sedangkan hadiah umrah dan berbagai bentuk bantuan memperlihatkan bahwa semangat berbagi masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Peresmian YPI Nurul Azhar pun menjadi langkah strategis yang berpotensi memberi manfaat jangka panjang bagi generasi muda Pacitan. Bagi Headline Indonesia, rangkaian peristiwa ini menjadi contoh bahwa dakwah yang menyentuh hati sekaligus menghadirkan solusi nyata akan selalu memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat.

Editor : Frend

improve alexa rank