Headlineid.com – Kehadiran Wardani Mart Pacitan menambah pilihan layanan kebutuhan harian bagi masyarakat Kabupaten Pacitan. Minimarket yang berada di Jalan Suruhan, Desa Sirnoboyo, tepat di depan RSU Medical Mandiri itu resmi beroperasi dengan layanan selama 24 jam. Konsep tersebut dihadirkan untuk memudahkan masyarakat, terutama keluarga pasien yang membutuhkan berbagai keperluan kapan pun.
Peresmian Wardani Mart pada Jumat (10/7/2026) tidak hanya menjadi momentum pembukaan sebuah usaha baru. Lebih dari itu, kehadirannya membawa semangat pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi lokal, serta komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat sekitar. Nilai tersebut menjadi pesan utama yang disampaikan pendiri Wardani Mart, dr. H. Warkim Sutarto, MARS, dalam sambutannya.
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rumah sakit, keberadaan minimarket 24 jam menjadi solusi praktis. Kebutuhan mendadak seperti makanan, minuman, perlengkapan mandi, obat bebas, hingga kebutuhan bayi sering kali muncul di luar jam operasional toko biasa. Wardani Mart berupaya menjawab kebutuhan tersebut dengan akses yang mudah dan harga yang tetap terjangkau.
Sebagaimana dihimpun Headline Indonesia, konsep pelayanan yang diusung Wardani Mart juga menempatkan aspek kemanusiaan sebagai bagian penting dalam operasional bisnisnya.
Fakta Utama
- Wardani Mart resmi dibuka di Jalan Suruhan, Desa Sirnoboyo, Pacitan.
- Lokasinya berada tepat di depan RSU Medical Mandiri.
- Minimarket melayani masyarakat selama 24 jam penuh.
- Mengusung tagline “Belanja Dekat, Harga Hemat”.
- Mengedepankan sinergi dengan pedagang lokal dan pelaku UMKM.
Hadir Menjawab Kebutuhan Masyarakat Selama 24 Jam
Lokasi Wardani Mart dipilih bukan tanpa pertimbangan. Posisinya yang berada di depan RSU Medical Mandiri dinilai sangat strategis karena berdekatan dengan aktivitas pelayanan kesehatan yang berlangsung sepanjang hari.
Keluarga pasien sering kali membutuhkan makanan, minuman, perlengkapan pribadi, hingga berbagai kebutuhan mendesak pada malam hari. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama hadirnya layanan minimarket yang beroperasi tanpa henti.
Pendiri Wardani Mart, dr. H. Warkim Sutarto, MARS, mengatakan bahwa tujuan utama pembukaan minimarket tersebut bukan semata mengejar keuntungan bisnis.
“Kami mengusung tagline Belanja Dekat, Harga Hemat. Kami ingin masyarakat memperoleh kebutuhan dengan mudah, nyaman, dan harga yang terjangkau,” ujar Warkim.
Menurutnya, bisnis yang baik tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi. Sebuah usaha juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
“Saya percaya usaha akan bertahan apabila dibangun di atas kejujuran, pelayanan, dan kebermanfaatan. Ketika masyarakat merasa terbantu, maka kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya,” tutur dr. H. Warkim Sutarto, MARS.
Tidak Ingin Mematikan Pedagang Kecil, Justru Mengajak Bertumbuh Bersama
Salah satu pesan yang paling mendapat perhatian dalam peresmian Wardani Mart adalah komitmen untuk tidak menjadi ancaman bagi pedagang tradisional maupun pelaku UMKM di sekitar lokasi. Warkim secara terbuka meminta para pedagang agar tidak merasa khawatir dengan hadirnya minimarket tersebut. Ia justru berharap seluruh pelaku usaha dapat berkembang bersama.
Menurutnya, persaingan yang sehat tidak harus saling menjatuhkan. Sebaliknya, setiap pelaku usaha memiliki kesempatan memperoleh rezekinya masing-masing apabila terus berikhtiar dengan cara yang benar. Ia mengingatkan bahwa rezeki telah menjadi ketentuan Allah SWT. Karena itu, yang terpenting adalah membangun usaha secara halal, jujur, dan penuh rasa syukur.
“Kami ingin tumbuh bersama masyarakat. Rezeki setiap manusia sudah diatur oleh Allah SWT. Tugas kita adalah berikhtiar dengan cara yang halal, jujur, dan memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Pandangan tersebut memberikan perspektif menarik di tengah meningkatnya kekhawatiran pelaku usaha kecil terhadap ekspansi bisnis ritel modern. Alih-alih membangun persaingan yang keras, Wardani Mart justru menawarkan pendekatan kolaboratif.
Berbagi Motivasi Spiritual untuk Pelaku UMKM
Dalam sambutannya, Warkim juga menyampaikan pesan yang sarat nilai spiritual kepada para pedagang dan pelaku UMKM yang hadir. Ia mengajak mereka untuk menjadikan ibadah sebagai fondasi dalam menjalankan usaha. Menurutnya, salat dhuha menjadi salah satu ikhtiar spiritual yang dapat membangun optimisme sebelum memulai aktivitas berdagang.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya membaca Surah Al-Waqiah, memperbanyak rasa syukur, menjaga niat yang baik, dan tetap berusaha secara maksimal sebelum menyerahkan hasil kepada Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan bukan sebagai ceramah semata, melainkan bentuk motivasi agar para pelaku usaha memiliki ketahanan mental dalam menghadapi dinamika ekonomi. Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah, optimisme, etos kerja, dan integritas memang menjadi modal penting bagi keberlangsungan usaha, khususnya sektor UMKM.
Pelayanan Ramah Menjadi Prioritas Wardani Mart
Selain menekankan aspek spiritual, Warkim juga memberikan arahan khusus kepada seluruh karyawan Wardani Mart. Ia meminta setiap pegawai mengedepankan pelayanan yang ramah, menjaga kebersihan toko, bersikap amanah, serta mengutamakan kepuasan pelanggan. Baginya, pelayanan yang baik menjadi identitas utama sebuah usaha.
“Melayani masyarakat bukan hanya pekerjaan untuk mencari nafkah. Pelayanan juga menjadi bentuk ibadah dan pengabdian kepada sesama apabila dilakukan dengan niat yang baik,” ujarnya.
Pendekatan tersebut sejalan dengan perubahan perilaku konsumen saat ini. Pengalaman berbelanja yang nyaman semakin menjadi faktor penting selain harga dan kelengkapan produk. Karena itu, kualitas pelayanan diperkirakan akan menjadi salah satu nilai tambah Wardani Mart dalam membangun loyalitas pelanggan.
Momentum Istimewa Bertepatan Hari Ulang Tahun Sang Istri
Peresmian Wardani Mart juga memiliki makna khusus bagi keluarga besar pendirinya. Acara tersebut berlangsung bertepatan dengan hari ulang tahun istri dr. H. Warkim Sutarto, Rahma Ayu Widiyanti. Dalam suasana penuh haru, Warkim menyampaikan doa agar sang istri selalu diberikan kesehatan, keberkahan umur, dan kemudahan dalam mengelola Wardani Mart.
Ia bahkan mempercayakan pengelolaan minimarket tersebut sepenuhnya kepada Rahma sebagai hadiah ulang tahun. Harapannya, Wardani Mart dapat berkembang menjadi usaha keluarga yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru di Pacitan.
Diharapkan Menjadi Penggerak Ekonomi Lokal
Kehadiran Wardani Mart dinilai memiliki potensi memberikan efek berganda terhadap perekonomian lokal. Selain membuka kesempatan kerja baru, aktivitas ekonomi di sekitar kawasan Sirnoboyo diperkirakan akan semakin meningkat seiring bertambahnya mobilitas masyarakat.
Lokasi yang berdekatan dengan rumah sakit memungkinkan terciptanya ekosistem ekonomi baru. Kehadiran pengunjung, keluarga pasien, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum dapat mendorong pertumbuhan usaha lain di sekitarnya.
Apabila dikelola secara inklusif, minimarket modern dan pelaku UMKM lokal justru dapat saling melengkapi. Model kolaborasi seperti ini semakin relevan di berbagai daerah. Banyak pelaku usaha memilih membangun kemitraan dibanding menciptakan persaingan yang tidak produktif.
Peresmian Dihadiri Tokoh Agama, DPRD, Pemerintah Desa, dan Warga
Prosesi peresmian berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai unsur masyarakat. Tampak hadir Pengasuh Pondok Pesantren Tremas KH Fuad Dimyati, KH Ibnu Salam, Ketua Komisi II DPRD Pacitan Rudi Handoko, sejumlah anggota DPRD Pacitan, Kepala Desa Sirnoboyo Eko Haryono beserta jajaran, keluarga besar pendiri, pedagang dan pelaku UMKM sekitar, anak yatim piatu, hingga masyarakat setempat. Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan dukungan terhadap lahirnya pusat pelayanan kebutuhan masyarakat yang diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial.
Catatan Headline Indonesia
Peresmian Wardani Mart bukan sekadar penambahan minimarket baru di Pacitan. Kehadirannya memperlihatkan bagaimana sebuah usaha dapat dibangun dengan pendekatan pelayanan, nilai kemanusiaan, dan semangat kolaborasi bersama masyarakat. Komitmen beroperasi selama 24 jam, menjaga harga tetap terjangkau, serta merangkul pedagang lokal menjadi langkah yang patut dicermati. Jika konsisten dijalankan, Wardani Mart berpeluang menjadi contoh bahwa pertumbuhan bisnis dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Pacitan. (*)
Editor : frend/masson




