Harga Sembako Jawa Timur Hari Ini 2 Juli 2026: Bawang Merah dan Daging Ayam Turun, Minyak Goreng Naik

Harga Sembak

Headlineid.com – Harga sembako di Jawa Timur kembali mengalami perubahan pada Kamis, 2 Juli 2026. Sejumlah komoditas utama tercatat mengalami penurunan harga, sementara beberapa kebutuhan pokok lainnya justru menunjukkan tren kenaikan.

Pergerakan harga tersebut menjadi perhatian masyarakat karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari. Di tengah kondisi ekonomi yang masih sensitif terhadap perubahan biaya hidup, informasi harga bahan pokok menjadi acuan penting bagi rumah tangga, pelaku usaha kuliner, hingga pedagang pasar tradisional.

Fakta Utama

  • Bawang merah turun Rp470 per kilogram atau 1,25 persen.
  • Daging ayam ras turun Rp319 per kilogram atau 1,03 persen.
  • Daging ayam kampung turun Rp807 per ekor atau 1,15 persen.
  • Minyak goreng curah naik Rp154 per liter atau 0,76 persen.
  • Cabai merah keriting dan daging sapi ikut mengalami kenaikan harga.

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur pada pukul 09.50 WIB, fluktuasi harga terjadi pada beberapa komoditas yang selama ini menjadi penentu pengeluaran rumah tangga.

Meski perubahan yang terjadi masih dalam kategori moderat, tren naik dan turun tersebut tetap perlu dipantau karena dapat memengaruhi pola konsumsi masyarakat dalam beberapa hari ke depan.

Daftar Harga Sembako Jawa Timur Hari Ini

Berikut harga rata-rata bahan pokok di Jawa Timur per Kamis, 2 Juli 2026:

  • Beras Premium: Rp14.956/kg
  • Beras Medium: Rp12.955/kg
  • Gula Kristal Putih: Rp17.205/kg
  • Minyak Goreng Curah: Rp20.546/liter
  • Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp21.830/liter
  • Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp18.817/liter
  • MINYAKITA: Rp16.187/liter
  • Daging Sapi Paha Belakang: Rp125.496/kg
  • Daging Ayam Ras: Rp30.684/kg
  • Daging Ayam Kampung: Rp69.310/ekor
  • Telur Ayam Ras: Rp22.921/kg
  • Telur Ayam Kampung: Rp46.407/kg
  • Susu Kental Manis Bendera: Rp12.448
  • Susu Kental Manis Indomilk: Rp12.384
  • Susu Bubuk Bendera: Rp41.678
  • Susu Bubuk Indomilk: Rp41.015
  • Garam Bata: Rp1.831/buah
  • Garam Halus: Rp9.320/kg
  • Cabai Merah Keriting: Rp31.252/kg
  • Cabai Merah Besar: Rp30.367/kg
  • Cabai Rawit Merah: Rp40.114/kg
  • Bawang Merah: Rp37.074/kg
  • Bawang Putih Sinco/Honan: Rp35.201/kg
  • Gas Elpiji 3 Kg: Rp19.850
Baca Juga  Putusan MK Soal Anggaran MBG: Dana Pendidikan Harus Kembali untuk Pendidikan

Data tersebut menunjukkan sebagian besar komoditas masih bergerak dalam rentang harga yang relatif stabil. Namun demikian, beberapa bahan pangan strategis memperlihatkan perubahan yang patut diperhatikan masyarakat.

Komoditas yang Mengalami Penurunan Harga

Kabar baik datang dari kelompok bahan pangan yang paling sering digunakan dalam kebutuhan dapur harian.

Bawang merah tercatat turun sebesar Rp470 per kilogram atau sekitar 1,25 persen. Harga rata-ratanya kini berada di angka Rp37.074 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada daging ayam ras yang turun Rp319 per kilogram atau 1,03 persen. Saat ini harga rata-rata daging ayam ras berada di level Rp30.684 per kilogram.

Sementara itu, daging ayam kampung mengalami koreksi harga yang lebih besar secara nominal. Komoditas ini turun Rp807 per ekor atau sekitar 1,15 persen sehingga rata-rata dijual Rp69.310 per ekor.

Cabai merah besar juga ikut melemah dengan penurunan Rp286 per kilogram atau 0,93 persen. Harga rata-ratanya kini berada di angka Rp30.367 per kilogram.

Turunnya sejumlah komoditas tersebut dapat menjadi angin segar bagi konsumen. Selain membantu mengurangi beban belanja rumah tangga, kondisi ini juga memberikan ruang bagi pelaku usaha makanan untuk menjaga harga jual produk mereka tetap kompetitif.

Minyak Goreng dan Daging Sapi Kembali Menguat

Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan harga meski tidak terlalu signifikan.

Baca Juga  UMKM Pacitan dan Nganjuk Perkuat Kolaborasi, Buka Peluang Pasar Baru dan Inovasi Bersama

Minyak goreng curah naik Rp154 per liter atau 0,76 persen menjadi Rp20.546 per liter. Kenaikan serupa juga terjadi pada minyak goreng kemasan sederhana yang bertambah Rp154 per liter atau sekitar 0,83 persen.

Daging sapi paha belakang ikut bergerak naik sebesar Rp104 per kilogram atau 0,08 persen. Saat ini harga rata-ratanya mencapai Rp125.496 per kilogram.

Cabai merah keriting juga mengalami kenaikan Rp103 per kilogram atau 0,33 persen menjadi Rp31.252 per kilogram.

Walaupun kenaikannya masih relatif kecil, perubahan pada minyak goreng dan daging sapi biasanya mendapat perhatian lebih besar karena kedua komoditas tersebut memiliki kontribusi penting terhadap pengeluaran rumah tangga dan biaya operasional usaha kuliner.

Mengapa Harga Sembako Terus Berubah?

Harga sembako pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Ketika kebutuhan masyarakat meningkat sementara stok terbatas, harga cenderung naik. Sebaliknya, saat pasokan melimpah dan permintaan stabil, harga biasanya mengalami penurunan.

Namun dalam praktiknya, faktor yang memengaruhi harga bahan pokok jauh lebih kompleks.

Kondisi cuaca menjadi salah satu penyebab utama. Curah hujan tinggi, musim kemarau panjang, hingga bencana alam dapat mengganggu produktivitas pertanian dan mengurangi pasokan ke pasar.

Selain itu, biaya produksi juga memiliki pengaruh besar. Kenaikan harga pupuk, bahan bakar, pakan ternak, serta ongkos distribusi sering kali berdampak langsung terhadap harga jual komoditas di tingkat konsumen.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kebijakan pemerintah. Program subsidi, pengaturan impor, operasi pasar, hingga kebijakan stabilisasi harga dapat menentukan arah pergerakan harga sembako dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Baca Juga  Skandal Korupsi Makan Bergizi Gratis: JAM PIDSUS Tahan GHS, Modus Jual Beli Titik Dapur Terbongkar

Perubahan nilai tukar rupiah juga dapat memberikan dampak, terutama pada komoditas yang masih bergantung pada bahan baku impor atau komponen distribusi dari luar negeri.

Dampak bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Fluktuasi harga bahan pokok bukan sekadar angka statistik. Perubahan tersebut berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.

Bagi rumah tangga, kenaikan harga sembako dapat mengurangi daya beli dan memaksa keluarga melakukan penyesuaian anggaran. Sebaliknya, penurunan harga komoditas tertentu dapat membantu menjaga stabilitas pengeluaran bulanan.

Bagi pelaku usaha kuliner, warung makan, katering, hingga UMKM makanan, perubahan harga bahan baku menjadi faktor penting dalam menentukan keuntungan usaha. Kenaikan minyak goreng atau daging sapi, misalnya, dapat meningkatkan biaya produksi dalam waktu singkat.

Menurut pengamatan redaksi Headline Indonesia, tren harga saat ini menunjukkan kondisi pasar yang masih cukup terkendali. Belum terlihat lonjakan ekstrem seperti yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan atau saat terjadi gangguan distribusi skala besar.

Karena itu, pemantauan harga secara berkala tetap menjadi langkah penting bagi masyarakat agar dapat mengatur pengeluaran dengan lebih bijak. Di sisi lain, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan perlu terus memastikan kelancaran distribusi serta ketersediaan stok agar stabilitas harga bahan pokok di Jawa Timur tetap terjaga.

Berdasarkan data rata-rata yang dirilis Siskaperbapo Jawa Timur, harga sembako di berbagai pasar masih berpotensi berbeda sesuai lokasi, kondisi pasokan, dan tingkat permintaan setempat. Oleh sebab itu, konsumen disarankan untuk membandingkan harga dan berbelanja secara cermat guna mendapatkan nilai terbaik dari setiap kebutuhan rumah tangga. (frend/masson)

improve alexa rank