Pacitan, Headlineid.com – Pemerintah pusat terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Proyek pendidikan tersebut ditargetkan selesai tepat waktu sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.
Untuk mempercepat proses pembangunan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menerapkan sejumlah strategi. Mulai dari penambahan alat berat, peningkatan jumlah tenaga kerja, hingga penerapan sistem kerja tiga sif selama 24 jam penuh.
Menteri PU RI, Doddy Hanggodo, mengatakan langkah tersebut dilakukan agar pekerjaan berjalan lebih optimal dan sesuai target yang telah ditentukan pemerintah.
“Hal tersebut dimaksudkan agar pekerjaan lebih optimal,” ujar Menteri PU dalam pernyataan tertulis yang diterima media, Sabtu (16/5/2025).
Presiden Prabowo Minta Sekolah Rakyat Selesai Tepat Waktu
Menurut Menteri PU, seluruh pembangunan Sekolah Rakyat di Indonesia ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026. Target tersebut merupakan arahan langsung Presiden RI, Prabowo Subianto, agar proyek pendidikan itu selesai sesuai jadwal tanpa mengurangi kualitas bangunan.
Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Program tersebut diproyeksikan menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Bapak Presiden berpesan supaya pembangunan Sekolah Rakyat selesai tepat waktu, kualitasnya diperhatikan dan dikerjakan secara efektif serta efisien,” kata Doddy Hanggodo.
Ia menambahkan, pembangunan fasilitas pendidikan yang memadai menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan generasi unggul di masa mendatang.
Proyek Sekolah Rakyat Pacitan Dikerjakan Secara Maraton
Salah satu proyek yang kini menjadi perhatian adalah pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Timur 2 di Kabupaten Pacitan. Lokasi proyek berada di Kelurahan Sidoharjo dan saat ini proses pengerjaannya berlangsung secara maraton.
Di lokasi proyek terlihat ratusan pekerja sibuk menyelesaikan berbagai bagian bangunan. Alat berat dan kendaraan proyek juga terus beroperasi untuk mempercepat progres pembangunan.
Proyek Sekolah Rakyat Pacitan dibangun di atas lahan seluas 7,7 hektare dengan total anggaran mencapai Rp226 miliar. Pembangunan tersebut melibatkan sedikitnya 816 pekerja.
Bangunan yang sedang dikerjakan terdiri dari 17 massa gedung. Sebanyak 14 gedung akan difungsikan sebagai ruang kelas, asrama siswa, dan rumah susun guru. Sementara tiga bangunan lainnya digunakan untuk rumah genset, rumah pompa, tempat ibadah, serta fasilitas pendukung lainnya.
Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan Tembus 50 Persen
Engineering PT Brantas Abipraya (Persero), Ahmad Fadrian, menjelaskan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan saat ini telah mencapai lebih dari 50 persen.
“Untuk pembangunan Sekolah Rakyat wilayah Kabupaten Pacitan sekarang berada di angka 50,47 persen dengan progres harian sekitar 1 sampai 2 persen,” jelas Fadrian.
Ia mengakui kondisi geografis Pacitan yang berada di kawasan pegunungan dan pesisir menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan proyek tersebut. Meski demikian, kondisi itu tidak menghambat proses pengerjaan di lapangan.
Sebagai solusi percepatan, sejumlah material konstruksi didatangkan langsung dari daerah lain seperti Solo dan Madiun agar distribusi bahan bangunan tetap berjalan lancar.

Sistem Kerja Tiga Sif Diterapkan Demi Kejar Target
Selain mendatangkan material dari luar daerah, sistem kerja tiga sif juga diterapkan untuk memaksimalkan progres pembangunan setiap harinya. Bahkan proses pengecoran dilakukan hingga dini hari demi mengejar target penyelesaian proyek.
“Kami menerapkan kerja tiga sif. Untuk pengecoran bahkan dilakukan sampai pagi hari agar progres pembangunan bisa maksimal,” pungkasnya.
Dengan percepatan yang terus dilakukan, pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan diharapkan dapat selesai sesuai target dan segera dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan masyarakat. (frend)




