Koleksi Uang Rupiah, BI Tegaskan Statusnya Tetap Sah
Tanda tangan pejabat di uang rupiah kini diburu kolektor. Apakah uang itu menjadi lebih mahal atau tetap bernilai sesuai nominal? BI akhirnya buka suara.
Tanda tangan pejabat di uang rupiah kini diburu kolektor. Apakah uang itu menjadi lebih mahal atau tetap bernilai sesuai nominal? BI akhirnya buka suara.
Rupiah kembali tertekan hingga menyentuh Rp18.055 per dolar AS. Apa penyebabnya, seberapa besar dampaknya, dan bagaimana langkah Bank Indonesia menjaga stabilitas? Simak analisis lengkap Headline Indonesia.
Bawang putih kini menembus Rp100 ribu per kilogram di sejumlah daerah. Ternyata penyebabnya bukan karena stok langka. Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Simak ulasan lengkapnya.
Rupiah akhirnya menguat di akhir pekan. Di balik penguatan ini, ada sinyal positif dari IMF. Namun, ancaman konflik Timur Tengah dan kebijakan The Fed masih menjadi bayang-bayang. Simak analisis lengkapnya hanya di Headline Indonesia.
Masih ada pembayaran pakai dolar AS di pelabuhan Indonesia? Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pelaku usaha segera melapor jika menemukan praktik tersebut.
Nilai tukar rupiah resmi menyentuh level terlemah sepanjang sejarah Indonesia. Media asing dari China hingga Singapura ikut menyoroti kondisi ini. Apa penyebab utama pelemahan rupiah? Benarkah ekonomi Indonesia sedang bermasalah?
Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang mencapai 5,61% memang terlihat solid. Namun, Josua mengingatkan pertumbuhan tersebut banyak ditopang faktor musiman seperti Ramadan dan Idulfitri, belanja pemerintah yang meningkat, serta efek basis rendah tahun lalu. Setelah periode tersebut, sejumlah sinyal pelemahan mulai bermunculan.
Rupiah melemah, harga barang terancam naik? Komisi XI DPR RI meminta pemerintah dan Bank Indonesia bergerak cepat mencegah inflasi impor. Jika tak dimitigasi, biaya produksi hingga harga kebutuhan masyarakat bisa ikut terdampak.
Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah sempat terperosok hingga menyentuh Rp17.500 per dolar AS pada Selasa (12/5). Di tengah tekanan yang semakin panas, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bergerak cepat — rapat dadakan pun diadakan di lobi Gedung Djuanda I, markas Kementerian Keuangan, tanpa banyak formalitas.