Rupiah Nyungsep ke Rp17.500, Menkeu Purbaya Gelar Rapat Dadakan di Lobi Kemenkeu

Jakarta, Headlineid.com — Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah sempat terperosok hingga menyentuh Rp17.500 per dolar AS pada Selasa (12/5). Di tengah tekanan pasar yang semakin panas, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bergerak cepat.

Ia menggelar rapat mendadak di lobi Gedung Djuanda I, kantor Kementerian Keuangan. Pertemuan dilakukan tanpa banyak formalitas.

Pejabat Kemenkeu Bahas Stabilitas Pasar

Dengan gaya blusukan khasnya, Purbaya langsung mengumpulkan sejumlah pejabat tinggi Kemenkeu. Hadir dalam rapat itu Sekretaris Jenderal Robert Leonard Marbun, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto, Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti, serta Pelaksana Harian Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Ferry Ardiyanto.

Baca Juga  DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri, Usia Pensiun Polisi Kini Diperpanjang hingga 60 Tahun

Selama sekitar satu jam, mereka membahas langkah antisipatif menghadapi gejolak pasar keuangan. Fokus utama pembahasan adalah menjaga stabilitas pasar obligasi dan nilai tukar rupiah.

Pemerintah Siapkan Bond Stabilization Fund

Usai rapat, Purbaya mengungkapkan pemerintah akan menggunakan skema Bond Stabilization Fund (BSF). Dana tersebut disiapkan untuk membantu menjaga stabilitas pasar obligasi.

Namun, saat ditanya soal strategi detail, ia memilih irit bicara. “Strateginya masih rahasia, kalau dikasih tahu nanti musuh tahu,” ujarnya sambil bercanda.

Meski begitu, ia memastikan pemerintah segera mengambil langkah konkret. Pemerintah akan masuk ke pasar surat berharga negara (SBN). Tujuannya membeli obligasi yang dilepas investor asing agar imbal hasil tetap kompetitif.

Baca Juga  Menyingkap Pasar Seks Lintas Kelas di Semarang, Saat Gaya Hidup Urban Membawa Bom Waktu Penularan HIV

Intervensi Pasar Diyakini Bisa Bantu Rupiah

Menurut Purbaya, stabilitas pasar obligasi diharapkan berdampak positif terhadap nilai tukar rupiah. Pemerintah akan mencoba menenangkan pasar secara bertahap.

“Kita akan coba melihat apakah kita bisa membantu stabilitas di pasar obligasi, nanti pelan-pelan ke pasar nilai tukar juga,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa langkah awal ini akan menggunakan kas negara. Karena itu, kebijakan tersebut tidak perlu dibahas lebih dulu melalui forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Dengan begitu, eksekusi dinilai bisa berjalan lebih cepat.

Kemenkeu Mulai Intervensi Hari Ini

Purbaya memastikan Kementerian Keuangan mulai turun tangan pada Rabu (13/5). Langkah itu diambil untuk merespons pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level terendah dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga  Investor Mulai Beralih dari Sekadar Angka, Kini Uji Ketahanan Ekonomi RI

“Kita akan mulai membantu besok,” katanya.

Kini, masyarakat menanti efektivitas strategi BSF dalam menahan laju dolar AS dan mengembalikan rupiah ke jalur stabil. (merah/fm)