BEIJING, HEADLINE INDONESIA – Harga batubara kokas China mengalami lonjakan tajam setelah kecelakaan tambang mematikan di wilayah penghasil batubara utama memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan komoditas tersebut.
Insiden tragis yang terjadi di Provinsi Shanxi itu mendorong otoritas setempat memperketat pengawasan keselamatan di sektor pertambangan. Langkah tersebut diperkirakan dapat mengurangi aktivitas produksi dan memengaruhi ketersediaan pasokan dalam waktu dekat.
Mengutip laporan Reuters pada Senin (25/5/2026), sebanyak 82 orang dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan gas di sebuah tambang batubara di Shanxi pada Jumat lalu. Peristiwa tersebut menjadi salah satu kecelakaan tambang paling mematikan di China dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Ledakan Tambang Memicu Kekhawatiran Pasokan
Shanxi dikenal sebagai salah satu pusat produksi batubara terbesar di China. Wilayah ini memegang peran penting dalam memasok kebutuhan energi serta bahan baku industri berat di negara tersebut.
Setelah kecelakaan terjadi, pemerintah daerah dan otoritas terkait segera melakukan pemeriksaan keselamatan secara menyeluruh terhadap sejumlah lokasi pertambangan. Pemeriksaan ini diperkirakan dapat menyebabkan pembatasan aktivitas operasional di beberapa tambang.
Kondisi tersebut langsung memicu reaksi pasar. Pelaku industri menilai kebijakan pengawasan yang lebih ketat berpotensi mengurangi pasokan batubara dalam jangka pendek.
Ketika potensi pasokan menurun sementara permintaan industri tetap tinggi, harga komoditas cenderung mengalami kenaikan.
Harga Batubara Kokas Melonjak Hampir 8 Persen
Dampak dari peristiwa tersebut langsung terlihat pada perdagangan komoditas di China.
Kontrak batubara kokas paling aktif di Bursa Komoditas Dalian tercatat naik hingga 7,97 persen. Nilainya mencapai 1.266,5 yuan atau setara sekitar US$186,76 per metrik ton.
Lonjakan ini bahkan mendekati batas kenaikan harian maksimum yang diizinkan di bursa perdagangan.
Batubara kokas sendiri merupakan bahan baku penting dalam proses produksi baja. Komoditas ini digunakan untuk mengubah bijih besi menjadi logam melalui proses peleburan di tanur tinggi.
Karena perannya yang penting dalam industri baja, perubahan harga batubara kokas sering menjadi perhatian pelaku pasar global. Kenaikan harga yang tajam dapat berdampak pada biaya produksi berbagai sektor industri.
Dampak terhadap Pasar Global
Analis menilai peningkatan pengawasan keselamatan tambang dapat memengaruhi sentimen pasar dalam beberapa waktu ke depan.
Jika pemeriksaan keselamatan berlangsung lebih lama atau menyebabkan penghentian operasional di sejumlah tambang besar, harga batubara diperkirakan masih memiliki potensi untuk bergerak naik.
Selain berdampak pada pasar domestik China, perubahan harga komoditas tersebut juga dapat memengaruhi rantai pasok industri global. Pasalnya, China merupakan salah satu produsen dan konsumen batubara terbesar di dunia.
Perkembangan situasi di Shanxi kini menjadi perhatian pelaku pasar internasional yang terus memantau dampaknya terhadap stabilitas pasokan energi dan industri baja global. (frend/masson)




