IPH Pacitan Juni 2026 Naik 0,38 Persen, Harga Bawang Merah dan Cabai Merah Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi

Inflasi Awal Juni Kembali Terjadi di Pacitan

Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Pacitan pada minggu pertama Juni 2026 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,38 persen. Kenaikan ini terutama dipicu oleh melonjaknya harga sejumlah komoditas pangan strategis, khususnya bawang merah, cabai merah, dan bawang putih.

Berdasarkan data yang diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS), capaian tersebut menempatkan Kabupaten Pacitan di peringkat ke-210 secara nasional. Sementara di tingkat Provinsi Jawa Timur, Pacitan berada di posisi ke-14, dan menempati peringkat ke-46 di Pulau Jawa.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan harga kebutuhan pokok masih menjadi faktor utama yang memengaruhi stabilitas ekonomi daerah pada awal Juni 2026.

Bawang Merah dan Cabai Merah Jadi Penyebab Utama Kenaikan IPH

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Ayub Setyo Budi, menjelaskan bahwa inflasi pada minggu pertama Juni masih didominasi oleh kelompok bahan pangan, terutama komoditas bumbu dapur.

Baca Juga  Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 Dibuka, Target 30 Ribu Peserta di Berbagai Daerah

Menurutnya, kenaikan harga bawang merah, cabai merah, dan bawang putih menjadi faktor yang paling besar mendorong peningkatan IPH Pacitan.

“Pada minggu pertama Juni 2026, Pacitan mengalami inflasi sebesar 0,38 persen. Kenaikan harga bawang merah, cabai merah, dan bawang putih menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan indeks perkembangan harga,” ujar Ayub, Senin (8/6/2026).

Data menunjukkan bawang merah memberikan andil inflasi terbesar dengan kontribusi sebesar 0,6278 poin. Posisi berikutnya ditempati cabai merah dengan andil 0,4003 poin, sedangkan bawang putih menyumbang 0,0277 poin.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Ayub Setyo Budi. (foto: Istimewa)

Pergerakan Harga Komoditas Masih Fluktuatif

Sepanjang tahun 2026, perkembangan IPH Kabupaten Pacitan menunjukkan dinamika yang cukup tinggi. Pada Januari tercatat deflasi sebesar 5,21 persen. Namun pada Februari berbalik menjadi inflasi 4,73 persen dan Maret sebesar 1,28 persen.

Memasuki April, Pacitan kembali mengalami deflasi sebesar 2,87 persen. Kondisi tersebut berubah lagi pada Mei dengan inflasi sebesar 1,03 persen dan berlanjut menjadi 0,38 persen pada minggu pertama Juni.

Baca Juga  Sinergi Pentahelix Pengelolaan Sampah di Pacitan Diperkuat, Semua Pihak Diajak Ambil Peran

Ayub menjelaskan bahwa selama beberapa bulan terakhir, cabai rawit menjadi komoditas yang paling sering memengaruhi perubahan harga. Namun pada awal Juni, tekanan inflasi mulai bergeser ke bawang merah dan cabai merah yang mengalami kenaikan cukup signifikan di pasar tradisional.

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Relatif Stabil

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), beberapa komoditas mengalami kenaikan harga dibanding rata-rata bulan Mei 2026. Komoditas tersebut meliputi beras, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih.

Di sisi lain, harga Minyakita, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, pisang, serta jeruk masih relatif stabil. Bahkan harga minyak goreng dan cabai rawit tercatat mengalami penurunan.

Stabilnya harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut membantu menahan laju inflasi agar tidak meningkat lebih tinggi. Hal ini menjadi sinyal positif bagi daya beli masyarakat Pacitan.

Baca Juga  Presiden Prabowo Fokus pada Pemerataan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

Pemkab Pacitan Perkuat Pengendalian Inflasi

Pemerintah Kabupaten Pacitan terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Langkah yang dilakukan meliputi pemantauan harga pasar, menjaga ketersediaan pasokan, serta memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar.

Secara keseluruhan, kondisi inflasi daerah masih tergolong terkendali. Data menunjukkan IPH tahunan (year on year/yoy) Pacitan pada Mei 2026 berada di angka 0,15 persen. Sementara IPH tahun kalender (year to date/ytd) tercatat minus 1,04 persen dan IPH bulanan (month to month/mtm) Mei 2026 sebesar minus 1,03 persen.

Pemerintah daerah optimistis stabilitas harga kebutuhan pokok dapat terus dijaga melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat.

Dengan pengawasan yang berkelanjutan, keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga diharapkan tetap terjaga sehingga dampak inflasi terhadap masyarakat dapat diminimalkan. (frend/yun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

tingkat bounce rata-rata situs web