Pacitan Siapkan 105 Titik Charging Station Kendaraan Listrik, Awali Transformasi Menuju Ekosistem Mobilitas Hijau

PACITAN, HEADLINE INDONESIA – Pemerintah Kabupaten Pacitan mulai serius menyiapkan diri menghadapi era kendaraan listrik. Sebanyak 105 titik lokasi disiapkan untuk pembangunan Charging Station Electric Vehicle (EV) atau stasiun pengisian daya kendaraan listrik.

Langkah awal tersebut ditandai dengan dimulainya survei lokasi yang melibatkan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pacitan bersama PT Sukma Setiawan Indonesia (SSI) dan PT VGreen Global Charging Station Investment Indonesia.

Fakta Utama

  • Pemkab Pacitan menyiapkan 105 titik lokasi charging station kendaraan listrik.
  • Survei lokasi mulai dilakukan bersama mitra kendaraan listrik VinFast dari Vietnam.
  • Titik pembangunan tersebar di kantor OPD, pasar, terminal, puskesmas, sekolah dan destinasi wisata.
  • Pemanfaatan aset daerah akan dilakukan melalui mekanisme sewa.
  • Program ini menjadi langkah awal pembentukan ekosistem transportasi ramah lingkungan di Pacitan.

Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari surat penawaran kerja sama pemanfaatan tanah milik Pemerintah Kabupaten Pacitan yang diajukan PT Sukma Setiawan Indonesia selaku kolaborator kendaraan listrik VinFast asal Vietnam.

Survei dilakukan setelah terbit surat pemberitahuan dari BKD Kabupaten Pacitan Nomor 000.2.1.1/1508/408.55/2026 terkait pelaksanaan pemetaan lokasi pembangunan charging station EV.

Survei Lokasi Mulai Dilakukan

Tim gabungan dari BKD Pacitan, PT Sukma Setiawan Indonesia dan PT VGreen Global Charging Station Investment Indonesia dijadwalkan turun langsung ke sejumlah lokasi milik pemerintah daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, melalui surat tersebut juga meminta seluruh kepala perangkat daerah memberikan dukungan penuh terhadap proses survei sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Baca Juga  Dinas Sosial Pacitan Perluas Perlindungan Sosial Lewat Layanan Terpadu, Pendidikan hingga Lansia Jadi Prioritas

Langkah ini menunjukkan bahwa rencana pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Pacitan telah memasuki tahapan konkret.

Tidak lagi sekadar wacana, tetapi mulai bergerak pada tahap pemetaan lapangan dan kajian teknis.

Sebar di Kantor Pemerintah, Pasar hingga Destinasi Wisata

Kepala Bidang Aset BKD Pacitan, Engga R. Swardani, menjelaskan bahwa kebutuhan awal pembangunan charging station mencapai 105 titik.

Lokasi tersebut tersebar di berbagai fasilitas milik pemerintah daerah.

Mulai dari kantor organisasi perangkat daerah (OPD), kantor kelurahan, puskesmas, pasar tradisional, terminal, hingga kawasan wisata yang dikelola Pemkab Pacitan.

Selain itu, untuk tahap awal pembangunan juga akan menyasar satuan pendidikan setingkat SMP yang berada di wilayah perkotaan.

“Pemanfaatan barang milik daerah nantinya akan dilakukan dengan mekanisme sewa,” kata Engga, Rabu (24/6/2026).

Model kerja sama ini dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor energi dan transportasi.

Mengapa Kehadiran Charging Station Penting?

Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil listrik nasional dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan signifikan. Pemerintah pusat pun terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pengisian daya sebagai penunjang utama adopsi kendaraan listrik.

Keberadaan charging station menjadi faktor penting karena menghilangkan kekhawatiran pengguna terhadap ketersediaan energi selama perjalanan.

Tanpa infrastruktur pengisian daya yang memadai, perkembangan kendaraan listrik akan berjalan lambat.

Karena itu, langkah yang dilakukan Pemkab Pacitan bisa dikatakan cukup visioner.

Daerah yang selama ini dikenal sebagai kawasan wisata dan Kota 1001 Gua mulai mengambil posisi dalam peta pengembangan kendaraan listrik nasional.

Baca Juga  Hijab Kadet Unhan Diizinkan di Semua Kegiatan, Ada Aturan Sementara

Potensi Mendukung Pariwisata Pacitan

Pembangunan charging station tidak hanya menyasar kebutuhan masyarakat lokal.

Keberadaan fasilitas ini juga berpotensi mendukung sektor pariwisata.

Pacitan memiliki banyak destinasi unggulan seperti Pantai Klayar, Pantai Watukarung, Goa Gong hingga Pantai Banyu Tibo yang setiap tahun dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Dalam beberapa tahun ke depan, jumlah pengguna kendaraan listrik diperkirakan terus bertambah.

Kehadiran stasiun pengisian daya di kawasan wisata akan memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang menggunakan mobil listrik.

Dengan demikian, Pacitan dapat menjadi daerah tujuan wisata yang ramah kendaraan listrik.

Membuka Peluang Ekonomi Baru

Selain aspek lingkungan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik juga memiliki dampak ekonomi.

Infrastruktur pengisian daya dapat menarik investasi swasta serta memunculkan usaha pendukung lainnya.

Mulai dari jasa perawatan kendaraan listrik, perdagangan komponen, hingga sektor kuliner dan UMKM di sekitar lokasi charging station.

Menurut pengamatan penulis, pembangunan infrastruktur kendaraan listrik saat ini bukan lagi sekadar mengikuti tren global.

Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing daerah pada masa mendatang.

Daerah yang lebih dahulu memiliki ekosistem kendaraan listrik cenderung lebih siap menghadapi perubahan industri transportasi.

Tantangan yang Perlu Diantisipasi

Meski prospeknya menjanjikan, beberapa tantangan tetap perlu diperhatikan. Salah satunya adalah kesiapan pasokan listrik dan tingkat pemanfaatan charging station pada tahap awal.

Jumlah kendaraan listrik di Pacitan masih relatif terbatas. Karena itu, pembangunan perlu dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan pertumbuhan pengguna. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai kendaraan listrik juga menjadi hal penting.

Baca Juga  Paskibraka 2026 Dikukuhkan, 76 Pelajar dari 38 Provinsi Siap Mengemban Tugas Negara

Pemahaman tentang efisiensi energi, biaya operasional yang lebih rendah, serta manfaat lingkungan perlu terus disosialisasikan.

Sinergi antara pemerintah daerah, PLN, investor dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengembangan ekosistem ini.

Pacitan Menuju Masa Depan Energi Bersih

Dimulainya survei pembangunan 105 titik charging station menjadi tonggak baru transformasi infrastruktur di Kabupaten Pacitan.

Langkah ini menunjukkan bahwa daerah tidak ingin tertinggal dalam arus perubahan menuju transportasi berbasis energi bersih.

Jika seluruh rencana dapat direalisasikan secara bertahap, Pacitan tidak hanya memiliki fasilitas pendukung kendaraan listrik, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu daerah percontohan pengembangan ekosistem mobilitas hijau di wilayah selatan Jawa Timur.

Apa yang dilakukan hari ini mungkin terlihat sederhana.

Namun dalam perspektif yang lebih panjang, pembangunan charging station tersebut dapat menjadi fondasi penting bagi masa depan transportasi berkelanjutan, peningkatan investasi daerah, serta terciptanya lingkungan yang lebih bersih bagi generasi mendatang.

Survei yang mulai dilakukan Pemerintah Kabupaten Pacitan bersama mitra kendaraan listrik VinFast dari Vietnam menandai dimulainya babak baru pembangunan infrastruktur energi bersih di daerah. Dengan menyiapkan 105 titik charging station, Pacitan tidak hanya menjawab kebutuhan masa depan transportasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan memperkuat daya saing daerah di tengah percepatan transisi menuju kendaraan listrik nasional. (frend/yun)

improve alexa rank