Hult Prize Indonesia 2026 di ITB: Tim Kakarobot ITS Juara, Wakili Indonesia ke Kompetisi Dunia

Kakarobot juara Hult Prize Indonesia 2026

Bandung, Headlineid.com – Tim Kakarobot dari ITS keluar sebagai juara Hult Prize Indonesia 2026 di ITB. Inovasi robotika pendidikan tanpa layar membawa mereka mewakili Indonesia ke kompetisi startup dunia.

Ajang kompetisi startup mahasiswa bergengsi Hult Prize Indonesia 2026 resmi mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, Indonesia dipercaya menggelar tingkat nasional sebelum melaju ke kompetisi global. Momentum bersejarah itu berlangsung di Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu, 10 Mei 2026.

Sorotan utama dalam kompetisi ini tertuju pada tim Kakarobot dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang berhasil meraih gelar juara pertama. Kemenangan tersebut membuat mereka berhak mewakili Indonesia di tingkat internasional.

Kompetisi yang berlangsung di Aula Timur ITB ini menjadi puncak perjalanan panjang seleksi nasional. Puluhan tim mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia bersaing menghadirkan solusi inovatif berbasis dampak sosial dan keberlanjutan.

ITB Jadi Tuan Rumah Perdana Hult Prize Indonesia

Penyelenggaraan Hult Prize Indonesia 2026 menjadi momen penting bagi dunia pendidikan tinggi di Tanah Air. Sebab, untuk pertama kalinya format nasional diterapkan di Indonesia.

Baca Juga  Peminat Sekolah Rakyat Pacitan Membludak, Kuota SMA Terlampaui 134 Persen

Sebelumnya, peserta Indonesia langsung mengikuti tahapan regional internasional. Kini, dengan adanya level nasional, talenta mahasiswa lokal mendapat ruang lebih besar untuk menunjukkan inovasi terbaik mereka.

Direktur Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. apt. Muhamad Insanu, S.Si., M.Si., mengungkapkan kebanggaannya karena ITB dipercaya sebagai tuan rumah perdana.

Menurutnya, Hult Prize merupakan kompetisi startup mahasiswa berskala internasional yang sangat prestisius. Kepercayaan terhadap ITB dinilai menjadi pencapaian penting sekaligus pengakuan atas kapasitas kampus Indonesia dalam membangun ekosistem inovasi.

“Sebelumnya pelaksanaan kegiatan langsung regional. Tahun ini ITB dipercaya menjadi tuan rumah pertama tingkat nasional di Indonesia,” ujarnya.

Persaingan Ketat Delapan Finalis Terbaik

Babak Final Pitch Round menghadirkan delapan tim terbaik hasil seleksi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka mempresentasikan ide bisnis berbasis solusi sosial di hadapan dewan juri.

Kedelapan finalis tersebut meliputi CLARITAS, Sorgummi, MiRO, Nura, HerblocX, Kakarobot, Novadung, dan AITHER.

Baca Juga  Guru Agama di Era Digital: Dari Pengajar di Kelas Menjadi Penjaga Moral di Ruang Maya

Setiap tim menawarkan inovasi berbeda. Ada yang bergerak di bidang teknologi kesehatan, keberlanjutan lingkungan, pendidikan, hingga ketahanan pangan.

Setelah melalui penilaian intensif, dewan juri menetapkan tiga pemenang utama:

1. Kakarobot (ITS) – Juara Pertama

Tim ini menghadirkan alat peraga robotika tanpa layar untuk sekolah dengan akses teknologi terbatas. Solusi tersebut dirancang agar anak-anak tetap bisa belajar teknologi dan logika pemrograman tanpa ketergantungan pada perangkat digital.

2. Novadung (ITB) – Juara Kedua

Tim Novadung menciptakan popok bayi ramah lingkungan berbahan dasar sekam padi. Inovasi ini hadir sebagai solusi terhadap limbah popok sekali pakai yang sulit terurai.

3. MiRO (UNAIR) – Juara Ketiga

MiRO mengembangkan media pembelajaran offline berbasis roleplay untuk membantu mengurangi kecanduan layar pada anak.

Misi ITB Dorong Startup Berdampak Sosial

Pihak rektorat ITB menilai penyelenggaraan Hult Prize Indonesia sejalan dengan visi kampus dalam menciptakan inovasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Wakil dari rektorat ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menegaskan bahwa startup mahasiswa tidak semata mengejar keuntungan bisnis.

Baca Juga  Kendala SIPLah dalam Revitalisasi Sekolah, Pengadaan Bahan Bangunan Masih Jadi Tantangan di Daerah

Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu melahirkan solusi konkret bagi tantangan global.

“ITB ingin menjadi universitas unggul dan berdampak. Startup yang lahir bukan hanya mencari keuntungan, tetapi juga memberikan solusi besar untuk masyarakat,” katanya.

Kakarobot Bersiap Menuju Kompetisi Dunia

Sebagai juara nasional, Kakarobot akan melangkah ke panggung internasional untuk menghadapi para inovator muda dari berbagai negara.

Di tingkat global, para peserta akan memperebutkan pendanaan startup sebesar 1 juta dolar AS atau sekitar Rp16 miliar. Dana tersebut disiapkan untuk membantu merealisasikan dampak sosial dari inovasi yang dikembangkan.

Keberhasilan Hult Prize Indonesia 2026 diharapkan mampu memantik semangat mahasiswa Indonesia untuk terus menciptakan inovasi yang relevan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).

Dengan semakin kuatnya ekosistem startup kampus, Indonesia dinilai memiliki peluang besar melahirkan inovator muda yang mampu bersaing di tingkat dunia. (frend/masson)