Pacitan, Headlineid.com – Bank Daerah Jawa Timur atau Bank Jatim menyerahkan bantuan pompa air tenaga surya (PATS) kepada kelompok tani Desa Sirnoboyo, Pacitan. Program tersebut menjadi bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Bank Jatim Peduli.
Penyerahan program berlangsung di Pendopo Kabupaten Pacitan, Jumat, 7 Agustus 2026. Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah turut menyaksikan penyerahan tersebut.
Program itu dijalankan Bank Jatim bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). Bantuan menyasar kebutuhan air pertanian sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Fakta Utama
- Bank Jatim menyerahkan instalasi pompa air tenaga surya kepada petani Sirnoboyo.
- Program tersebut menjadi bagian dari CSR Bank Jatim Peduli bersama IZI.
- PATS memanfaatkan energi matahari untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian.
- Teknologi tersebut berpotensi menekan biaya bahan bakar pompa konvensional.
- Program juga mendukung efisiensi energi dan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil.
Pompa Air Tenaga Surya Jadi Alternatif Irigasi
Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian. Kondisi tersebut semakin terasa bagi petani yang mengandalkan pompa untuk memenuhi kebutuhan irigasi.
Selama ini, sebagian pompa air masih menggunakan bahan bakar fosil. Sistem tersebut membutuhkan biaya operasional yang mengikuti penggunaan bahan bakar.
Karena itu, pompa air tenaga surya menawarkan pendekatan berbeda. Sistem ini memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi untuk menggerakkan pompa.
PATS dapat mengalirkan air dari sumber tertentu menuju lahan pertanian. Energi utama sistem berasal dari sinar matahari yang tersedia secara alami.
Teknologi tersebut menjadi menarik bagi wilayah pertanian yang memiliki paparan matahari cukup. Pacitan memiliki potensi tersebut karena aktivitas pertanian berlangsung di banyak wilayah pedesaan.
Namun, penerapan PATS tetap membutuhkan perencanaan teknis. Pengelola perlu memperhatikan kapasitas pompa, sumber air, luas lahan, dan kebutuhan irigasi.
Dengan perencanaan yang tepat, teknologi tersebut dapat menjadi investasi jangka panjang. Petani tidak hanya mendapatkan akses air, tetapi juga sistem energi yang lebih efisien.
Bank Jatim Dorong Pertanian yang Lebih Berkelanjutan
Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah menyambut positif bantuan tersebut. Menurut dia, ketersediaan air menjadi faktor penting bagi keberlanjutan produksi pertanian.
Gagarin berharap PATS memberikan manfaat langsung bagi kelompok tani penerima. Sistem tersebut juga diharapkan mampu membantu petani menekan biaya operasional.
“Kehadiran PATS ini kita harapkan memberi manfaat nyata kepada petani. Ketersediaan air yang stabil akan meningkatkan kualitas hasil panen serta dapat mengurangi biaya operasional dari bahan bakar,” kata Gagarin.
Menurut Gagarin, program tersebut juga mencerminkan inovasi dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Pemanfaatan energi matahari menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan.
Selain menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, PATS dapat mendukung pengurangan emisi karbon. Karena itu, manfaat program tidak hanya dirasakan dalam satu musim tanam.
Bagi petani, efisiensi biaya menjadi aspek yang paling mudah dirasakan. Penggunaan energi matahari dapat mengurangi kebutuhan bahan bakar selama sistem bekerja optimal.
Sementara bagi pemerintah daerah, program tersebut memiliki nilai strategis. Infrastruktur air dan energi dapat berjalan beriringan untuk memperkuat sektor pertanian.
Mengapa Akses Air Sangat Penting bagi Petani?
Air bukan sekadar kebutuhan tambahan dalam kegiatan pertanian. Ketersediaannya menentukan pola tanam, produktivitas, serta risiko kegagalan produksi.
Ketika pasokan air tidak stabil, petani menghadapi berbagai persoalan. Mereka dapat mengalami keterlambatan tanam atau harus mengeluarkan biaya tambahan.
Pompa menjadi salah satu solusi ketika sumber air tidak langsung menjangkau lahan. Namun, penggunaan pompa berbahan bakar membutuhkan biaya secara berulang.
Situasi tersebut membuat efisiensi energi menjadi bagian penting dalam pengelolaan pertanian. Petani membutuhkan teknologi yang tidak hanya efektif, tetapi juga ekonomis.
PATS menawarkan peluang tersebut melalui pemanfaatan sumber energi terbarukan. Matahari tersedia setiap hari dan tidak membutuhkan pembelian bahan bakar seperti sistem konvensional.
Meski demikian, biaya awal pemasangan menjadi faktor yang perlu diperhitungkan. Panel surya, pompa, instalasi, dan jaringan distribusi membutuhkan investasi.
Karena itu, dukungan CSR memiliki peran penting dalam memperluas akses teknologi tersebut. Bantuan awal dapat membuka kesempatan bagi kelompok tani untuk menggunakan energi bersih.
Dampak Ekonomi Bisa Lebih Panjang
Manfaat PATS tidak berhenti pada penghematan bahan bakar. Sistem irigasi yang lebih efisien dapat memberikan dampak ekonomi lebih luas.
Ketika air tersedia lebih stabil, petani memiliki ruang lebih besar mengatur kegiatan budidaya. Kondisi tersebut dapat membantu meningkatkan kepastian produksi.
Efisiensi biaya juga berpotensi meningkatkan margin usaha tani. Selisih biaya tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan produksi lainnya.
Misalnya, petani dapat mengalokasikan dana untuk benih, pupuk, pengendalian hama, atau pemeliharaan lahan. Dengan begitu, teknologi energi bersih ikut mendukung penguatan ekonomi rumah tangga petani.
Namun, dampak tersebut membutuhkan pengelolaan yang konsisten. Kelompok tani harus memiliki mekanisme perawatan dan penggunaan fasilitas secara bersama.
Pengelolaan tersebut menjadi penting agar bantuan tidak berhenti sebagai pembangunan infrastruktur. Teknologi harus terus berfungsi setelah program CSR selesai.
Karena itu, pelatihan operator dan perawatan menjadi bagian yang tidak kalah penting. Kelompok penerima perlu memahami cara menjaga panel surya dan sistem pompa.
Energi Bersih Mulai Masuk ke Sektor Pertanian
Pemanfaatan energi surya dalam pertanian menunjukkan perubahan cara pandang terhadap kebutuhan energi pedesaan. Energi terbarukan kini tidak hanya berkaitan dengan pembangkit listrik.
Teknologi surya juga dapat mendukung aktivitas produktif masyarakat. Salah satunya melalui penyediaan air untuk lahan pertanian.
Pendekatan tersebut relevan bagi daerah yang memiliki sumber matahari melimpah. Sistem dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan karakteristik wilayah.
Di sisi lain, energi bersih dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Dampaknya berkaitan dengan efisiensi sekaligus upaya menjaga kualitas lingkungan.
Bagi Pacitan, pengembangan teknologi seperti PATS dapat menjadi bagian dari inovasi pertanian daerah. Program serupa berpotensi diperluas apabila memberikan hasil yang terukur.
Pemerintah daerah bersama sektor perbankan dan lembaga sosial dapat memainkan peran penting. Kolaborasi tersebut dapat mempercepat adopsi teknologi di tingkat petani.
Kolaborasi Bank Jatim dan IZI
Program PATS di Sirnoboyo menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas lembaga. Bank Jatim hadir melalui program CSR Bank Jatim Peduli.
Sementara itu, Inisiatif Zakat Indonesia ikut terlibat dalam pelaksanaan program. Kolaborasi tersebut menghubungkan dukungan lembaga dengan kebutuhan konkret masyarakat.
Model seperti ini memiliki nilai strategis bagi program pemberdayaan. Bantuan dapat diarahkan pada kebutuhan produktif yang memberikan manfaat jangka panjang.
Kehadiran teknologi juga membuat program sosial memiliki dampak yang lebih terukur. Keberhasilan tidak hanya dilihat dari penyerahan bantuan.
Indikator berikutnya adalah keberlanjutan penggunaan fasilitas. Produktivitas lahan, efisiensi biaya, dan keberlangsungan sistem menjadi ukuran penting.
Karena itu, kelompok tani perlu menjadi aktor utama dalam pengelolaan PATS. Pemerintah dan lembaga pemberi bantuan dapat berperan dalam pendampingan.
Pendekatan tersebut membuat program CSR lebih dekat dengan konsep pemberdayaan. Masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi ikut mengelola aset produktif.
Potensi Pengembangan di Wilayah Pertanian Pacitan
Pacitan memiliki karakter wilayah yang membuat akses terhadap air menjadi perhatian penting bagi petani. Kondisi geografis juga membuat kebutuhan infrastruktur pertanian berbeda antarwilayah.
Karena itu, solusi irigasi perlu menyesuaikan kondisi masing-masing kawasan. PATS dapat menjadi salah satu pilihan ketika kondisi teknis mendukung.
Pengembangan berikutnya dapat menggunakan data kebutuhan air setiap kelompok tani. Data tersebut membantu menentukan kapasitas pompa dan panel surya yang sesuai.
Selain itu, evaluasi biaya operasional juga perlu dilakukan secara berkala. Perbandingan dengan pompa konvensional dapat menunjukkan manfaat ekonomi secara lebih objektif.
Jika hasilnya positif, pendekatan tersebut dapat menjadi model untuk wilayah lain. Replikasi program tentu membutuhkan kajian teknis dan kesiapan kelompok penerima.
Bagi sektor perbankan, model tersebut juga membuka ruang CSR yang lebih produktif. Bantuan dapat diarahkan pada infrastruktur yang menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan.
Catatan Headline Indonesia
Penyerahan PATS kepada kelompok tani Sirnoboyo bukan sekadar agenda CSR. Program tersebut memperlihatkan bagaimana energi bersih dapat masuk langsung ke sektor produktif.
Petani membutuhkan solusi yang mampu menjawab persoalan biaya dan ketersediaan air. Pada saat yang sama, daerah membutuhkan model pembangunan yang lebih ramah lingkungan.
PATS menawarkan titik temu dari kedua kebutuhan tersebut. Teknologi energi surya mendukung pengairan, sementara petani memperoleh peluang menekan biaya operasional.
Tantangan berikutnya terletak pada pengelolaan dan keberlanjutan fasilitas. Bantuan akan semakin bernilai jika mampu bertahan dan meningkatkan produktivitas petani.
Karena itu, keberhasilan program perlu dilihat dalam jangka panjang. Bukan hanya dari seremoni penyerahan, tetapi dari perubahan nyata di lahan pertanian.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Kepatuhan PT Bank Daerah Jawa Timur Tbk Umi Rodiyah. Turut hadir Direktur Hukum dan Regulasi PPATK sekaligus Ketua Gernas 2026 Muhammad Novian.
Sekretaris Daerah Pacitan dan kelompok tani Desa Sirnoboyo juga menghadiri kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai pihak memperlihatkan dukungan terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan di Pacitan.
Editor : Frend




