Wangiri Fraud Kembali Marak, Waspada Penipuan Missed Call Nomor Luar Negeri yang Bisa Kuras Pulsa

Wangiri Fraud

PacitanHeadlineid.com – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan digital berupa panggilan tak terjawab dari nomor luar negeri atau yang dikenal dengan istilah Wangiri Fraud. Modus ini kembali ramai dilaporkan di berbagai negara, termasuk Indonesia, karena dapat menyebabkan korban kehilangan pulsa dalam jumlah besar hanya dalam waktu singkat.

Fenomena tersebut memanfaatkan rasa penasaran pengguna telepon seluler. Korban biasanya menerima panggilan singkat dari nomor internasional asing yang langsung terputus sebelum sempat diangkat. Saat melihat adanya missed call, sebagian orang terdorong untuk menelepon balik tanpa mengetahui risiko yang mengintai.

Apa Itu Wangiri Fraud?

Istilah Wangiri Fraud berasal dari bahasa Jepang, yaitu wangiri yang berarti “satu dering lalu putus”. Penipuan ini dilakukan dengan cara menelepon ribuan nomor secara acak menggunakan sistem otomatis atau auto-dialer.

Pelaku sengaja membuat panggilan singkat agar penerima hanya melihat notifikasi panggilan tidak terjawab. Modus ini dirancang untuk memancing korban melakukan panggilan balik ke nomor asing tersebut.

Baca Juga  Kesejahteraan Dosen Disorot, Ribuan Pengajar Terpaksa Cari Pekerjaan Sampingan Demi Bertahan Hidup

Nomor yang digunakan biasanya berasal dari negara dengan kode internasional yang tidak familiar. Beberapa di antaranya berasal dari wilayah tertentu di Afrika, Eropa Timur, hingga pulau kecil dengan layanan telekomunikasi premium.

Bagaimana Modus Wangiri Fraud Bekerja?

Saat korban menelepon balik, sambungan telepon biasanya akan diarahkan ke layanan premium bertarif tinggi atau premium rate service. Dalam kondisi ini, biaya telepon terus berjalan selama sambungan masih aktif.

Tidak sedikit korban yang sengaja dibuat bertahan lebih lama melalui rekaman suara, musik, atau nada tunggu yang diputar terus-menerus. Tujuannya jelas, yakni memperpanjang durasi panggilan agar biaya yang dibebankan semakin besar.

Akibatnya, pengguna kartu prabayar bisa kehilangan pulsa secara drastis. Sementara pengguna layanan pascabayar berpotensi menerima tagihan telepon membengkak tanpa menyadari penyebabnya.

Baca Juga  Kasus SIM Card Ilegal Terbongkar, Komdigi Akui Registrasi NIK Jadi Celah Penyalahgunaan Data

Cara Menghindari Penipuan Wangiri Fraud

Agar tidak menjadi korban Wangiri Fraud, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan menelepon balik nomor asing yang tidak dikenal, terutama jika menggunakan kode negara mencurigakan.

Jika panggilan tersebut memang penting, biasanya pihak penelepon akan mencoba menghubungi kembali atau meninggalkan pesan resmi melalui SMS maupun aplikasi pesan instan.

Pengguna telepon seluler juga disarankan segera memblokir nomor mencurigakan. Selain itu, laporan dapat disampaikan kepada operator seluler agar nomor tersebut masuk dalam pemantauan.

Sebagai langkah tambahan, masyarakat dapat memeriksa nomor asing melalui mesin pencari internet. Umumnya, nomor yang terindikasi penipuan sudah dilaporkan oleh pengguna lain di berbagai forum atau situs pengaduan.

Baca Juga  WhatsApp Resmi Hadirkan Fitur Username Tanpa Nomor Telepon, Era Baru Privasi Pengguna Dimulai

Penggunaan aplikasi komunikasi berbasis internet seperti WhatsApp atau Telegram juga dinilai lebih aman untuk berkomunikasi dengan kontak luar negeri yang sudah dikenal.

Kewaspadaan Jadi Kunci Utama

Di tengah meningkatnya kasus penipuan digital, kewaspadaan menjadi benteng utama untuk melindungi diri dari berbagai modus kejahatan siber. Jangan mudah terpancing rasa penasaran hanya karena menerima missed call dari nomor internasional yang tidak dikenal.

Satu panggilan balik yang terlihat sepele bisa saja membuat pulsa terkuras atau tagihan telepon melonjak tanpa disadari. Karena itu, mengenali modus penipuan digital nomor luar negeri menjadi langkah penting agar tidak terjebak Wangiri Fraud. (frend/masson)