Malang, Headlineid.com-Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat sektor ketenagakerjaan melalui pengembangan pendidikan vokasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri. Salah satu langkah strategis dilakukan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang dengan mendorong sinergi antara lembaga pendidikan dan dunia usaha.
Upaya tersebut dilakukan melalui agenda penyelarasan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA). Program ini diharapkan mampu menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini.
Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam pembangunan sumber daya manusia unggul di Jawa Timur.
Sinkronisasi Kurikulum Jadi Fokus Utama
Pernyataan tersebut disampaikan Asep saat membuka kegiatan koordinasi di Kantor Bakorwil Malang, Selasa (19/5/2026). Kegiatan itu digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari program Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) Jawa Timur.
Menurut Asep, pembangunan SDM tidak dapat dilakukan secara terpisah. Dunia pendidikan, pemerintah, dan pelaku industri harus berjalan bersama agar lulusan pendidikan vokasi benar-benar siap menghadapi kebutuhan kerja yang terus berkembang.
“Pembangunan SDM unggul tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Kita membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri,” ujar Asep dalam sambutannya.
Ia menilai, sinkronisasi kurikulum menjadi langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan keterampilan atau skill gap antara lulusan pendidikan dan kebutuhan perusahaan.
Libatkan Banyak Pemangku Kepentingan
Forum koordinasi tersebut turut dihadiri sejumlah instansi dan lembaga penting. Di antaranya perwakilan Bappeda Jawa Timur, Dinas Pendidikan Jawa Timur, KADIN Jawa Timur, hingga perguruan tinggi di wilayah Malang Raya.
Kehadiran berbagai pihak itu menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam merumuskan solusi ketenagakerjaan di Jawa Timur. Pemerintah berharap pendidikan vokasi tidak lagi hanya fokus pada teori, tetapi juga menyesuaikan kebutuhan praktik di lapangan.
Selain itu, perkembangan teknologi dan industri yang sangat cepat membuat dunia pendidikan harus lebih fleksibel dalam menyusun sistem pembelajaran.

Cetak Lulusan Siap Kerja dan Kompetitif
Asep menambahkan, forum koordinasi seperti ini perlu dilakukan secara rutin agar kurikulum pendidikan vokasi terus relevan dengan perkembangan industri modern.
Menurutnya, Tim Koordinasi Daerah Vokasi Jawa Timur memiliki peran penting sebagai penghubung antara lembaga pendidikan dan dunia usaha. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan perusahaan.
“Melalui koordinasi ini, kami berharap lahir langkah konkret yang mampu menghubungkan dunia pendidikan dengan ekosistem industri. Target utamanya adalah lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga ahli secara praktis,” lanjutnya.
Ke depan, Bakorwil Malang berkomitmen untuk terus memfasilitasi koordinasi lintas sektor guna mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mempercepat pembangunan SDM yang kompeten, produktif, dan siap kerja. (frend/byan)




