Jakarta, Headlineid.com – Presiden Prabowo Subianto membawa sejumlah capaian penting setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Prancis. Lawatan tersebut menghasilkan berbagai kerja sama strategis yang bernilai besar bagi Indonesia.
Pemerintah menyebut total nilai kesepakatan yang tercapai mencapai US$3,5 miliar. Angka tersebut setara dengan sekitar Rp61,25 triliun.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari, mengatakan kunjungan itu memang difokuskan untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Prancis. Selain itu, pemerintah juga ingin memperluas kerja sama di berbagai sektor prioritas.
Menurut Qodari, kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan. Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron telah melakukan lawatan ke Indonesia.
“Jadwal resmi memang hanya ke Prancis,” kata Qodari dalam konferensi pers PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), Minggu (31/5).
Fokus pada Pertahanan, Pendidikan, dan Energi
Pemerintah telah menyiapkan sejumlah target sebelum kunjungan berlangsung. Salah satu fokus utamanya adalah sektor pertahanan.
Indonesia selama ini bekerja sama dengan Prancis dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan atau alutsista. Namun, pemerintah tidak hanya mengejar pembelian produk pertahanan.
Pemerintah juga mendorong transfer teknologi. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan industri pertahanan dalam negeri.
Selain pertahanan, kerja sama pendidikan juga menjadi perhatian. Indonesia ingin memperkuat kolaborasi di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu tujuan utama. Dengan demikian, kerja sama yang terjalin tidak hanya berdampak pada sektor industri, tetapi juga pendidikan.
Empat Oleh-Oleh Penting Prabowo dari Prancis
Kunjungan Presiden Prabowo menghasilkan beberapa kesepakatan strategis. Berikut empat kerja sama utama yang menjadi sorotan.
1. KADIN dan MEDEF Bentuk Dewan Bisnis Tingkat Tinggi
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama MEDEF International meluncurkan France-Indonesia High-Level Business Council (FI-HLBC).
Forum ini akan menjadi wadah komunikasi antara pelaku usaha kedua negara. Tujuannya untuk memperkuat investasi dan perdagangan bilateral.
Melalui forum tersebut, Indonesia dan Prancis menargetkan peningkatan perdagangan hingga tiga kali lipat pada tahun 2035. Saat ini, nilai perdagangan kedua negara mencapai sekitar US$2,6 miliar.
2. Pertamina Gandeng Schlumberger Kembangkan Teknologi Energi
PT Pertamina menjalin kerja sama dengan SLB atau PT Schlumberger Geophysics Nusantara.
Kerja sama ini mencakup pengembangan teknologi migas dan energi bersih. Beberapa program yang disiapkan meliputi enhanced oil recovery (EOR), migas nonkonvensional, serta digitalisasi berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Kolaborasi tersebut juga mencakup program pengurangan emisi karbon. Selain itu, kedua pihak akan mengembangkan teknologi carbon capture and storage (CCS) dan energi panas bumi.
3. Pertamina dan TotalEnergies Perluas Kerja Sama Energi
Pertamina juga menandatangani kesepakatan dengan perusahaan energi asal Prancis, TotalEnergies.
Kerja sama tersebut meliputi sektor hulu migas dan LNG. Selain itu, kedua perusahaan akan menjajaki peluang di bidang perdagangan energi, biofuel, dan energi terbarukan.
Mereka juga akan mengembangkan proyek rendah karbon. Beberapa di antaranya adalah kilang hijau, CCS, serta teknologi energi masa depan.
4. Danantara dan Thales Perkuat Industri Pertahanan
Sektor pertahanan menjadi salah satu agenda penting dalam kunjungan ini.
Danantara melalui PT Len Industri memvalidasi Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan pertahanan Prancis, Thales.
Kerja sama tersebut mencakup pembangunan pabrik radar buatan Indonesia. Selain itu, terdapat rencana pengembangan tactical data link dan sistem komando serta kendali.
Kesepakatan ini juga mencakup fasilitas pemeliharaan dan pelatihan radar. Program tersebut menjadi bagian dari upaya transfer teknologi yang terus didorong pemerintah.
Hubungan Indonesia dan Prancis Dinilai Semakin Kuat
Presiden Prabowo telah kembali ke Indonesia pada Sabtu (30/5) pagi. Kunjungan ke Prancis tersebut menjadi lawatan ketiganya ke negara itu sepanjang tahun ini.
Prabowo menilai hubungan Indonesia dan Prancis sedang berada pada fase terbaik sepanjang sejarah. Hal itu terlihat dari semakin luasnya kerja sama yang terjalin.
Pemerintah berharap berbagai kesepakatan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang. Dampaknya diharapkan mampu memperkuat ekonomi nasional, sektor pertahanan, dan ketahanan energi Indonesia.
Dengan nilai kerja sama mencapai lebih dari Rp61 triliun, kunjungan ini menjadi langkah penting bagi Indonesia. Selain memperkuat hubungan bilateral, kerja sama tersebut juga membuka peluang investasi dan transfer teknologi yang lebih besar pada masa mendatang. (frend/masson)




