PACITAN, HEADLINE INDONESIA – Program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas pemerintah untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi keluarga kurang mampu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Pacitan. Antusiasme tertinggi terlihat pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), di mana jumlah pendaftar telah melampaui kuota yang disediakan.
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Sosial (Dinsos) Pacitan, jumlah calon peserta didik yang mendaftar pada jenjang SMA telah mencapai 121 siswa. Angka tersebut setara dengan 134 persen dari kuota yang tersedia, yakni sebanyak 90 kursi.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Pacitan, Agung Mukti Wibowo, mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa program pendidikan gratis ini menjadi harapan baru bagi banyak keluarga yang membutuhkan.
“Untuk jenjang SMA, peminatnya sudah mencapai 121 siswa,” ujarnya.
Minat SD Masih Rendah
Berbeda dengan jenjang SMA, minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat tingkat Sekolah Dasar (SD) masih tergolong rendah. Dari total kuota 90 siswa yang disediakan, hingga awal Juni 2026 baru tiga calon peserta didik yang tercatat mendaftar.
Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah daerah. Pasalnya, program ini dirancang untuk menjangkau seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah.
Sementara itu, jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Hingga saat ini jumlah pendaftar telah mencapai 74 siswa atau sekitar 82 persen dari kuota yang tersedia.
Total Kuota Mencapai 270 Siswa
Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Pacitan menyediakan total 270 kursi yang terbagi untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 228 anak telah menyatakan minat untuk mengikuti program pendidikan gratis yang dikelola pemerintah tersebut.
Data Dinsos menunjukkan bahwa 199 calon peserta didik sudah memperoleh sekolah tujuan. Sementara 29 anak lainnya masih menjalani proses pendampingan serta penentuan penempatan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Penjaringan Masih Berlangsung
Agung menjelaskan bahwa proses penjaringan peserta didik masih terus berlangsung hingga pekan keempat Juni 2026. Jadwal tersebut mengikuti tahapan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial.
Setelah proses penjaringan selesai, tahapan berikutnya meliputi penetapan peserta didik, pemeriksaan kesehatan, hingga registrasi ulang sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Menurutnya, seluruh jadwal pelaksanaan masih bersifat tentatif dan dapat berubah menyesuaikan perkembangan di lapangan.
“Jadwal masih bersifat tentatif dan bisa menyesuaikan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Menyasar Keluarga Desil 1 dan Desil 2
Program Sekolah Rakyat ditujukan khusus bagi anak-anak yang berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Untuk memastikan informasi program menjangkau masyarakat sasaran, Dinsos Pacitan menggandeng pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan sosialisasi sekaligus pendampingan kepada keluarga calon peserta didik.
Dengan tingginya animo pada jenjang SMA, Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap jumlah pendaftar pada tingkat SD dan SMP juga terus meningkat sehingga manfaat Program Sekolah Rakyat dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas dan gratis. (frend/byan)




