Madiun, Headlineid.com – Seekor sapi jumbo jenis simental asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur, sukses mencuri perhatian publik setelah resmi terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Idul Adha 2026. Sapi berbobot fantastis mencapai 1,1 ton itu diberi nama Bruno dan merupakan hasil perawatan intensif peternak muda asal Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.
Menariknya, sosok di balik keberhasilan tersebut adalah Hadha Waris Saputra (24), seorang peternak muda yang hingga kini masih aktif sebagai mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB) Malang.
Perjalanan Sapi Bruno Hingga Dipilih Presiden Prabowo
Hadha mengungkapkan, awal mula Bruno dilirik sebagai sapi kurban Presiden berawal dari survei yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun pada awal Mei 2026.
Saat itu, petugas datang langsung ke kandang ternaknya untuk melakukan pemeriksaan awal. Dari hasil evaluasi, Bruno dinilai memenuhi syarat sebagai hewan kurban presiden, mulai dari kondisi kesehatan, postur tubuh, hingga kualitas fisik.
Setelah lolos seleksi tingkat kabupaten, data Bruno kemudian diajukan ke Sekretariat Presiden untuk proses verifikasi lanjutan.
“Awalnya disurvei oleh dinas kabupaten lalu diajukan ke Sekretariat Presiden. Alhamdulillah dinilai cocok dan akhirnya dilakukan negosiasi harga,” ujar Hadha saat ditemui pada Kamis (21/5/2026).
Tak berhenti di situ, Bruno juga harus menjalani pemeriksaan ketat sebelum dinyatakan lolos secara resmi. Pemeriksaan tersebut meliputi tes kesehatan menyeluruh guna memastikan sapi bebas penyakit serta memiliki kondisi tubuh yang prima.
Harga Fantastis, Sapi Bruno Dibeli Rp115 Juta
Setelah melewati proses seleksi dan negosiasi, pihak Sekretariat Presiden akhirnya menyepakati harga pembelian Rp115 juta untuk sapi jumbo tersebut.
Nilai fantastis itu dinilai sepadan dengan kualitas Bruno yang memiliki bobot mencapai 1,1 ton dan kondisi tubuh yang sangat ideal sebagai hewan kurban presiden.
Hadha mengaku, pencapaian tersebut tidak datang secara instan. Bruno telah dirawat secara khusus selama kurang lebih satu tahun sejak pertama kali dibeli dengan bobot sekitar 800 kilogram.
Dalam kurun waktu 12 bulan, berat badan Bruno meningkat drastis hingga menyentuh angka 1,1 ton.
“Awalnya sekitar 800 kilogram. Dirawat di kandang kurang lebih satu tahun sampai sekarang mencapai 1,1 ton,” jelasnya.
Rahasia Perawatan Bruno, Sapi Jumbo Asal Madiun
Sebagai mahasiswa peternakan, Hadha mengaku tidak memakai metode ekstrem untuk mempercepat pertumbuhan Bruno. Menurutnya, kunci utama terletak pada pola perawatan yang konsisten dan porsi pakan yang lebih banyak dibanding sapi biasa.
Bruno diberi makan sebanyak tiga kali dalam sehari, yakni pagi, siang, dan malam hari sebelum waktu Isya.
Pakan yang dikonsumsi pun cukup lengkap, mulai dari konsentrat, silase, rumput hijau segar, ampas tahu, premix, hingga jerami berkualitas. Kombinasi tersebut dipercaya membantu mempercepat pembentukan otot dan peningkatan bobot tubuh.
“Perawatannya sebenarnya hampir sama. Bedanya hanya di porsi pakan yang dilebihkan,” tutur Hadha.
Tak hanya soal makanan, kebersihan kandang juga menjadi perhatian utama. Kandang Bruno dibersihkan secara rutin sebanyak dua kali sehari untuk menjaga kesehatan ternak.
Akan Disembelih di Ponpes Sawahan
Saat ini, sapi Bruno yang telah berusia sekitar enam tahun dikabarkan sudah mendapatkan persetujuan resmi dari tim kepresidenan.
Rencananya, sapi kurban Presiden Prabowo Subianto tersebut akan disembelih di salah satu pondok pesantren di wilayah Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun saat Idul Adha 2026.
Keberhasilan Hadha ternyata juga menarik perhatian pemerintah daerah. Bahkan, Bupati Madiun Hari Wuryanto disebut ikut membeli sapi kurban dari kandangnya.
Sapi pilihan bupati tersebut berjenis limousin dengan bobot lebih dari 800 kilogram.
“Alhamdulillah selain Pak Presiden, Pak Bupati juga membeli sapi dari kandang kami,” pungkas Hadha penuh syukur. (frend/masson)




